Bansos Covid-19 Belum Disalurkan, Kadissos Mesuji Salahkan Desa
Juan Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Bantuan sosial (bansos) Covid-19 dari Kementerian Sosial belum bergulir di Mesuji. Hal ini disebabkan data penerima manfaat masih diinput.
Kepala Dinas Sosial (Kadissos) Mesuji Gunarso mengungkapkan bantuan belum bisa disalurkan karena menunggu pendataan dari pemerintahan desa.
“Dari desanya memang lambat, mas. Jadi, kita menunggu untuk kirim data penerima bantuan ke pusat terlambat,” katanya, Rabu (6/5/2020).
Gunarso menyatakan input data penerima bantuan PKH, non-tunai dan BLT, akan ditutup Rabu malam.
“Nanti malam, close. Jadi, kita harus secepatnya memasukkan data malam ini. Besok sudah tidak bisa,” ujarnya.
Di Mesuji terdapat bansos reguler dan khusus. Untuk reguler, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dengan 7.173 keluarga penerima manfaat (KPM) dan Bantuan Pangan Non Tunai 8.245 KPM dari target 9.500 KK.
Sementara bansos khusus, yakni bantuan langsung tunai (BLT) ditargetkan 9.622 kepala keluarga. Namun, data yang sudah dikirim ke Kemensos baru 8.000 KK.
Gunarso juga mengakui ada bansos dari APBD Mesuji, yakni 20 ribu paket sembako selama dua bulan.
“Ini menunggu semua data sudah fix, baru kita jaring lagi dengan bantuan sosial dari APBD Mesuji. Nilainya Rp300 ribu per paket,” tuturnya.
Mengenai pelaksanaan penyaluran, Gunarso belum bisa memastikan hal itu. Pihaknya masih menunggu konfirmasi dari pemerintah pusat.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
