Bangkitkan Kejayaan Rempah Nusantara, FAN-IPB Usung Pembentukan Kementerian Perkebunan

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

2 Juni 2018 19:07 WIB
Nasional | Rilis ID
diskusi kebangsaan dalam memperingati Hari Lahir Pancasila dengan tema “Mereka Datang dari Bogor untuk Indonesia” di Bogor. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik
Rilis ID
diskusi kebangsaan dalam memperingati Hari Lahir Pancasila dengan tema “Mereka Datang dari Bogor untuk Indonesia” di Bogor. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

“Kontribusi ini melampaui sektor minyak dan gas (migas) yang hanya Rp365 triliun. Namun, dari 127 komoditas perkebunan itu, hanya 15 komoditas yang mampu menyumbang devisa negara. Komoditas penyumbang terbesar yaitu kelapa sawit mencapai Rp260 triliun,” jelas Doni yang merupakan alumni doktor dari Jerman.

Data Badan Pusat Statistik (2016) mencatat bahwa produksi minyak sawit Indonesia mencapai 33,22 juta ton yang terdiri dari 22,36 juta ton bersumber dari perkebunan besar dan 10,87 juta ton dari perkebunan rakyat. 

Saat ini di Indonesia, perkebunan besar telah menguasai tiga komoditas utama seperti minyak sawit, inti sawit dan teh. 

Sementara, perkebunan rakyat mendominasi penguasaan atas tanaman kakao, kopi, karet, dan kelapa.

“Timbul pertanyaan, apakah sawit bisa menjadi komoditas utama sekelas rempah-rempah untuk menopanng PMD? Komoditas apa lagi dari sektor perkebunan yang menjadi komoditas andalannya? Ataukah, komoditas rempah-rempah perlu direvitalisasi lagi di Indonesia sehingga berperan sebagai komoditas komplementer dengan sawit dalam perdagangan dunia untuk perwujudan PMD? Pertanyaan-pertanyaan ini penting agar kehadiran kementerian ini tidak menimbulkan konflik kelembagaan dan membebani anggaran negara,” tutur Doni.

Akan tetapi lanjut Doni, jika kehadiran kementerian ini justru mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai PMD berbasiskan komoditas perkebunan, maka ini jadi keniscayaan.

Pasalnya, akan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional, menciptakan lapangan kerja baru dan harus mampu mengentaskan kemiskinan maupun kesenjangan ekonomi.

“Sebab, komoditas perkebunan termasuk yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan bisa dikerjakan rakyat banyak. Data berikut ini menyajikan produksi 7 komoditas perkebunan penting di Indonesia tahun 2016,” cetusnya.

Menampilkan halaman 3 dari 3
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya