Bamsoet Minta Pemerintah Tak Aggap Enteng Aksi Ojol 188

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

8 Agustus 2018 18:47 WIB
Nasional | Rilis ID
Ketua DPR Bambang Soesatyo. FOTO: RILIS.ID/Yayat R Cipasang
Rilis ID
Ketua DPR Bambang Soesatyo. FOTO: RILIS.ID/Yayat R Cipasang

RILISID, Jakarta — Ketua DPR Bambang Soesatyo merespons ancaman para pengemudi atau driver ojek berbasis aplikasi daringyang akan berunjuk rasa saat pembukaan Asian Games XVIII pada 18 Agustus mendatang.

Menurut Bamsoet, politisi Golkar ini sering disapa, harus ada solusi agar para driver ojol tidak berunjuk rasa saat pembukaan pesta olah raga negara-negara di Asia itu.

Menurut Bamsoet, rencana para driver ojol demonstrasi bertitel Aksi 188 saat pembukaan Asian Games 2018 berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Menurutnya, citra Indonesia akan kena imbasnya jika para pengemudi ojek daring merealisasikan ancaman mereka unjuk rasa saat pembukaan Asian Games 2018. 

“Hal tersebut akan mengganggu aktivitas masyarakat saat pembukaan Asian Games 2018. Padahal Asian Games 2018 merupakan event internasional yang membawa nama baik bangsa dan menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat untuk turut menyukseskannya,” ujar Bamsoet, Rabu (8/8/2018).

Bamsoet meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Polri bisa mendekati para ojol. Tujuannya agar para pengemudi ojek yang kondang dengan slogan Salam Satu Aspal itu tak menggelar demo saat pembukaan Asian Games 2018. 

Selain itu, Bamsoet juga meminta Kemenhub, perusahaan penyedia aplikasi angkutan online atau aplikator dan para driver segera duduk bersama guna mencari solusi atas persoalan yang ada. Menurutnya, harus ada kajian tentang besaran tarif ojek daring yang disesuaikan jarak tempuh dan disepakati bersama. 

“Selanjutnya Kemenhub menetapkan kesepakatan itu sebagai dasar hukum bagi pelaksanaan tarif ojek daring. Bagaimanapun pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan pengemudi ojek daring,” pungkasnya. 

Sebelumnya para pengemudi ojek daring menyampaikan rencana mereka menggelar demo saat opening ceremony atau pembukaan Asian Games 2018 menyusul pembicaraan dengan dua aplikator, Go-Jek dan Grab yang berakhir buntu. Para pengemudi menginginkan adanya standar tarif Rp3.000 per kilometer.

Namun, pihak aplikator belum menyetujuinya. Akhirnya, para pengemudi ojek daring menyiapkan demo bertitel Aksi 188 pada 18 Agustus mendatang atau bersamaan dengan pembukaan Asian Games 2018.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya