Bagini Penjelasan Istri Gus Dur soal Maraknya Kekerasan di Indonesia

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Yogyakarta

26 Mei 2018 12:51 WIB
Nasional | Rilis ID
FOTO: Istimewa
Rilis ID
FOTO: Istimewa

RILISID, Yogyakarta — Istri mendiang Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Shinta Nuriyah, menyayangkan beragam peristiwa kerusuhan, rasa saling curiga, hujatan, dan fitnah hingga teror bom masih muncul di Indonesia.

Menurut dia, kasus kekerasan itu terjadi karena ikatan tali persaudaraan dan kerukunan yang telah dibangun para leluhur bangsa, termasuk mendiang Gus Dur, telah longgar dan diputus oleh bangsa Indonesia sendiri.

"Benang-benang penyulam tali persaudaraan telah tercerabut dan putus-putus karena diputus oleh bangsanya sendiri," kata Shinta di hadapan ratusan peserta sahur bersama yang terdiri atas berbagai elemen lintas agama di Yogyakarta, Sabtu (26/5/2018).

Shinta mengatakan, bangsa Indonesia kini telah kehilangan hati nuraninya. Pasalnya, ujar dia, banyak nilai kemanusiaan tercabik-cabik karena keangkaramurkaan.

Shinta sendiri dalam kesempatan itu menggelar kegiatan makan sahur bersama lintas agama di halaman Gereja Santa Maria Assumpta, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kegiatan ini sudah saya lakukan sejak mendampingi Gus Dur di Istana Negara dahulu. Jadi, ini sudah saya lakukan sejak 19 tahun yang lalu," ujarnya.

Menurut Shinta, sahur bersama di Gereja St. Maria Assumpta bertujuan membangkitkan rasa persaudaraan, rasa menghormati, menghargai, serta rasa tolong-menolong antarasesama anak bangsa.

"Oleh karena itu, apakah dia (beragama) Islam, Kristen, Hindu, Budha, (suku) Jawa, Madura, Batak, Cina, saya ajak bersama-sama menyelenggarakan sahur bersama," imbuh dia.

Dalam acara yang dikawal ketat oleh aparat kepolisian dan puluhan Banser itu, Shinta mengajak para peserta membedah bersama-sama arti dari kemajemukan dan persatuan dengan melontarkan beberapa pertanyaan singkat kepada peserta.

"Meskipun kita berbeda agama, saya yakin bahwa semua agama mengajak untuk bersatu, hidup rukun, dan damai, saling menghormati dan menghargai," ucapnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya