BPOM Jamin Keamanan Pangan Asian Games
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan keamanan pangan pada sejumlah lokasi kuliner saat pelaksanaan Asian Games 2018.
"BPOM berkontribusi dalam Asian Games 2018, seperti melihat keamanan pangan yang dikonsumsi di Palembang dan sekitarnya. Pencegahan sudah kami lakukan berupa memberikan edukasi kepada para produsen pangan," ujar Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito, dalam siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Kamis (12/7/2018).
Dia menjelaskan, BPOM juga melakukan penyuluhan keamanan pangan di berbagai lokasi kuliner Kota Palembang.
Penyuluhan keamanan pangan saat Asian Games ini, lanjut Penny, dilakukan kepada 1.166 pelaku usaha, seperti penjual pempek, jasa boga, restoran saji hingga pedagang kaki lima yang ada di Palembang.
Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan keamanan pangan terhadap produk yang dijual menggunakan alat tes formalin, borax, rhodamin B dan methanil yellow.
"Jakarta dan Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018 harus aman dan memiliki makanan yang berkualitas, seperti nutrisi makanan yang ada harus seimbang," katanya.
Ia juga berharap, pelaku usaha di Palembang dan Jakarta memiliki daya saing tinggi dengan cara menyediakan kemasan yang menarik dan produk bermutu agar dapat diekspor ke seluruh penjuru dunia, dan bisa meningkatkan pendapatan lokal dan ekonomi nasioal.
"Kalau makanan di Palembang dan Jakarta berkualitas bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, BPOM membantu produk-produk Palembang bisa berdaya saing, jika belum punya izin edar MD kami akan bantu untuk alur produksinya," kata dia.
Untuk makanan di Palembang masih ada yang harus diwaspadai karena ada beberapa temuan produk makanan rumahan yang menggunakan formalin, seperti tahu dan mi, untuk pempek tidak ada yang memakai formalin tetapi ada potensi.
"Kami akan menyosialisasikan alat pengganti formalin, penggantinya dengan teknologi pendinginan dan palata, tetapi untuk palata sedang proses izin Badan POM untuk kelayakan," katanya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
