BMKG: Terjadi Enam Gempa Susulan di Mentawai

Default Avatar

Anonymous

Padang

21 Juli 2018 10:45 WIB
Daerah | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Padang — Kembali terjadi gempa susulan sebanyak enam kali di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, usai Sabtu (21/7/2018) dinihari pukul 02.58 WIB, gempa berkekuatan 5,4 Skala Richter menguncang daerah tersebut.

"Hingga pukul 05.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan terjadi enam kali aktivitas gempa bumi susulan dengan kekuatan kekuatan yang paling besar 4,7 SR," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dihubungi dari Padang, Sabtu (21/7/2018).

Menurut Rahmat, pusat gempa bumi pertama berada pada koordinat 1,73 lintang selatan dan 99,81 bujur timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 44 kilometer arah timur laut Kota Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada kedalaman 23 kilometer.

Rahmat menjelaskan, gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi dipicu oleh penyesaran naik," ujarnya.

Rahmat menyampaikan dampak gempa bumi berdasarkan peta tingkat guncangan menunjukkan bahwa gempa dirasakan antara lain di daerah Padang pada skala III MMI dan Pariaman pada skala II-III MMI.

Hal ini sesuai dengan hasil laporan masyarakat bahwa gempa bumi ini dirasakan di Padang, Pariaman, dan kepulauan Mentawai II-III MMI.

Kepada masyarakat, Rahmat mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sementara Kabag Humas Kementerian Agama Sumbar, Efrianto menyampaikan, tidak ada kerusakan di Asrama Haji Tabing Padang akibat gempa.

"Saat gempa terjadi jamaah kloter V yang berada di asrama sebagian keluar bangunan, tapi tidak ada laporan jamaah yang trauma," kata dia.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya