BMKG Nyatakan Tsunami Kecil Sudah Terjadi di Pesisir Lombok dan Bali

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

5 Agustus 2018 21:42 WIB
Nasional | Rilis ID
Ilustrasi Tsunami. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Ilustrasi Tsunami. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat menyampaikan gelombang tsunami sudah terjadi di beberapa titik. Namun begitu dengan level waspada atau gelombang paling rendah.

Kepala BMKG, Dwikorita Karniawati menyampaikan setidaknya terdapat tiga titik di pesisir pantai NTB yang sudah mengalami tsunami dengan ketinggian beragam namun kurang dari setengah meter.

"Berdasarkan pengamatan muka air laut di pantai telah terjadi tsunami di Desa Carik, pesisir Lombok Utara dengan ketinggian 13,5 cm dari ketinggian rata-rata muka air laut," katanya di kantor BMKG, Jakarta, Minggu (5/8/2018).

Sementara itu dua titik lainnya yaitu berada di Desa Badas, Sumba Utara dengan ketinggan 10 cm pada pukul 18.54 WIB, di Pantai Lombok Barat Daya di desa Lembar dengan ketinggian 9 cm pada pukul 19.27 WIB.

Tak hanya itu saja, tsunami juga dikatakannya sempat terjadi di Bali. Tepatnya di Benoa dengan ketinggian hanya 2 cm. Gelombang ini terjadi pada 19.58 WIB.

Pun demikian, meskipun gelombang kurang dari setengah meter tapi BMKG tetap harus memberikan peringatan dini. Sebab gelombang kecil tsunami bisa menjadi besar apabila pantai tersebut memiliki tipe cekung.

"Karena tergantung bentuk topografi pantai. Apabila pantai cekung ketinggian air bisa amplifikasi lebih. Maka skenario terburuk kita berikan peringatan dini tapi levelnya waspada atau paling rendah,"ungkapnya.

Dwikorita juga menyampaikan dengan berakhirnya peringatan tsunami ini, maka warga baik di kota maupun pesisor sudah dapat kembali ke rumah. "Sudah aman rumah di pantai karena peringatan dini tsunami telah berakhir," tegasnya.

 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya