BMKG Bantah Peringatan Dini Tsunami Tak Berfungsi Sejak 2012
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membantah pernyataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyebut alat deteksi tsunami Indonesia atau tsunami buoy sudah tak beroperasi sejak 2012.
Menurut Humas BMKG, Dwi Rini Endra Sari, pernyataan yang disampaikan Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, itu tidak benar.
"Ya itu tidak benar," katanya saat dikonfirmasi rilis.id, Senin (1/10/2018).
Ririn, biasa dia disapa, menegaskan bahwa buoy tsunami di berbagai wilayah di Indonesia masih bekerja dengan baik. Termasuk alat yang ada di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
"Sistem peringatan dini tsunami kami masih berfungsi," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyebut alat pendeteksi dini di Indonesia sudah tak berfungsi lagi sejak 2012 silam.
"Jadi enggak ada buoy tsunami di Indonesia, sejak 2012 buoy tsunami sudah tidak ada yang beroperasi sampai sekarang ya tidak ada," ujar Sutopo dikutip dari detik.com.
Sementara itu, Kepala Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko sebelumnya menjelaskan bahwa ada permasalahan ketika proses terjadinya tsunami di Donggala.
Kendala itu, menurut dia, dikarenakan jaringan komunikasi dan listrik yang lumpuh terutama di sekitar Donggala dan Palu.
Bukan Bencana Nasional
Pemerintah tidak akan menetapkan gempa dan tsunami yang menghantam Palu dan wilayah sekitarnya di Sulawesi Tengah sebagai bencana nasional.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
