Asia Sentinel Minta Maaf, Demokrat Tetap Lanjutkan Investigasi ke Hongkong
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Partai Demokrat menerima dan menghargai permohonan maaf yang telah disampaikan media online, Asia Sentinel kepada Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait artikel investigasi konspirasi pada kasus Bank Century. Namun Demokrat tetap akan menginvestigasi media yang berbasis di Hong Kong tersebut.
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan, pihaknya tetap akan memberangkatkan tim ke tiga negara guna mengklarifikasi dan menyelesaikan permasalahan terkait artikel yang menyatakan SBY bersama 30 pejabat lain melakukan tindak pencucian uang sebesar USD12 miliar atau setara Rp177 triliun.
"Kita menghargai permohonan maaf ini. Namun tiga tim yang berangkat ke Hong Kong, Mauritius dan Amerika tetap jalan," ujar Andi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/9/2018).
Dia mengungkapkan, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan telah berada di Hong Kong. Selain itu, satu tim telah akan menuju Mauritius untuk mengklarifikasi apakah ada gugatan Weston Capital International ke Mahkamah Agung di sana.
"Ke Mauritius untuk mendapatkan informasi apakah benar berita bahwa sudah ada gugatan atau belum. Sementara ke Amerika ingin meminta bantuan Dubes Indonesia untuk memediasi dengan John Berthelsen yang warga negara Amerika," katanya.
Andi juga berharap, Dewan Pers bisa membantu tim agar media-media yang telah mengutip artikel dari Asian Sentinel pun menyampaikan permohonan maaf.
"Kita tetap berharap Dewan Pers membantu agar mengimbau media-media yang telah mengutip berita fitnah itu ikut memohon maaf dengan memuat pernyataan maaf dari Asia Sentinel itu," tukasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
