Ancaman Harus Pilih NU, Ini Bukti Jokowi Tak Punya Integritas
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pengakuan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD terkait adanya ancaman dari KH Ma’ruf Amin kepada petahana, Joko Widodo agar memilih dari Nahdatul Ulama (NU) sebagai calon wakil presiden, menunjukan tidak adanya integritas Jokowi sebagai presiden.
“Ini suatu kejadian yang sangat luar biasa, saya pikir dalam berkoalisi ini sebuah dinamika tetapi seharusnya presiden sebagai pemimpin lembaga tinggi negara memiliki integritas tadi berbicara sesuai ucapan jadi kalau A, ya A, kalau B ya. Artinya sebaiknya presiden sendiri yang menentukan bukan dipengaruhi oleh orang lain,” kata anggota DPR RI, Heri Gunawan ditemui Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/8/2018).
Heri Gunawan menyayangkan, seorang Presiden bisa didikte diawal-awal.
“Sebelumnya sudah mengancam-ancam, apalagi kalau sudah berkuasa. Akan lebih parah nanti, pasti akan menyandera bukan mengancam lagi. Kalau sudah menyandera sudah susah nanti akhinya akan berbicara tentang kepentingan kelompok-kelompok bukan kepentingan bangsa dan negara,” kata politisi Gerindra itu.
Ia mengapresiasi pernyataan Mahfud MD, yang membuka ke publik adanya ancaman kepada Presiden.
“Saya mengapresiasi kali pertama keterbukaan terjadi dalam era reformasi, di mana dalam penentuan calon wakil presiden memang itu hak prioritas presiden tetapi akan lebih baik hak tersebut tidak tersandera oleh beberapa koalisi mengatur presiden," pungkasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
