Aktivitas Gunung Agung Masih di Level Siaga
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Aktivitas Gunung Agung di Bali, pascameletus masih berada pada level III atau siaga.
Gunung Agung di Bali erupsi pada pukul 21.04 WITA, Senin (2/7/2018) dan mengeluarkan lava pijar hingga 2 kilometer.
Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho memaparkan, erupsi terjadi diawali dengan dentuman besar, lalu terlontarnya lava pijar.
Erupsi Gunung Agung juga memicu abu vulkanik melonjak tinggi sekira 2.000 meter dari atas puncak kawah.
“Saat terjadi erupsi masyarakat sekitar Kabupaten Karangasem sampai ke Denpasar Bali dikejutkan suara letusan yang keras. Beberapa menit berselang, lontaran lava pijar membubung kemudian menuruni lereng sampai menyebabkan hutan di puncak Gunung Agung terbakar,” ungkap Sutopo, Selasa (3/7/2018).
Sesaat setelah erupsi dan lava pijar terlontar menuruni lereng, pengamatan visual pun menunjukkan kolom abu vulkanik berwarna kelabu.
Intensitas abu vulkanik pun tebal dengan pergerakan angin mengarah ke barat.
Erupsi Gunung Agung, Senin (2/7/2018) malam terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24mm dan durasi erupsi sampai dengan 7 menit 21 detik.
Dari gambar-gambar yang tersebar cepat di berbagai jejaring sosial, tampak jelas lava pijar berwarna oranye terang memenuhi lereng-lereng Gunung Agung.
Lontaran lava pijar malam itu diperkirakan mengarah ke bagian Timur hingga Timur Laut Gunung Agung.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
