Agustus, Pemprov Lampung Incar 2,9 Juta Anak untuk Vaksin MR
Segan Simanjuntak
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Kesehatan (Diskes) setempat akan memberikan imunisasi vaksin campak dan rubela atau measles rubella (MR) kepada 2,9 juta anak.
Hal ini untuk mencegah penyakit campak dan rubella sekaligus menindaklanjuti Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 yang telah diimplementasikan melalui Peraturan Gubernur Lampung No. 38 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Provinsi Lampung.
Termasuk Keputusan Gubernur Lampung No. G/487/V.02 tentang Pembentukan Forum Komunikasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Forkom Germas) Tingkat Provinsi Lampung.
Menurut Kadiskes Lampung Reihana, orang tua diharapkan tetap melakukan imunisasi terhadap anak-anaknya meski sebelumnya pemerintah telah memiliki program nasional vaksin dasar wajib, seperti DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus), hepatitis hingga campak.
“Jadwal pemberian vaksin MR harus tetap diberikan kepada anak, walaupun sebelumnya anak sudah dapat vaksin, tetap diwajibkan untuk melakukan imunisasi pada Agustus nanti," jelasnya saat Workshop Kampanye Germas dan Introduksi Vaksin MR Provinsi Lampung Tahun 2018 di Hotel Novotel, Bandarlampung, Selasa (3/7/2018).
Vaksin pertama pada Agustus, lanjut Reihana, akan disuntikkan untuk anak sekolah. Sementara satu bulan berikutnya, pihaknya akan memberikan vaksin untuk bayi dan balita yang dilakukan di puskesmas dan posyandu secara gratis.
Reihana juga menjamin sertifikasi kehalalan vaksin MR yang sudah mendapatkan label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia meminta orang tua untuk tidak ragu dan khawatir dengan hal itu.
“100 persen vaksin dijamin halal. Ibu-ibu tidak perlu takut vaksin dan efek sampingnya kecil, kalau anak jadi panas setelah vaksin,” tuturnya.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Lampung berharap dengan Germas ini masyarakat menetapkan pola hidup sehat yang dimulai dari lingkungan keluarga.
“Dengan hidup sehat ini, kita mampu mengurangi penyakit mulai dari TBC dan DBD. Tentunya dengan meningkatkan kualitas imunisasi,” tutup Reihana.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
