Frekuensi Letusan Krakatau Meningkat, 320 Kali dalam 18 Jam

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

7 Oktober 2018 19:44 WIB
Krakatau | Rilis ID
Gunung Anak Krakatau. FOTO: Twitter @sutopo_pn
Rilis ID
Gunung Anak Krakatau. FOTO: Twitter @sutopo_pn

RILISID, Bandarlampung — Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) tetap tinggi meski sudah empat bulan berlalu.

Tercatat, pada Minggu (7/10/2018) mulai pukul 00.00-18.00 WIB, GAK erupsi hingga 320 kali.

Kepala Pos Pemantauan GAK di Desa Hargo Pancuran, Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi, menuturkan erupsi meningkat dibanding Sabtu (6/10/2018).

Erupsi atau letusan adalah proses pelepasan material dari gunung berapi seperti lava, gas, abu dan lain sebagainya ke permukaan bumi.

"Sabtu kemarin terjadi erupsi sebanyak 294 kali dan gempa tremor menerus juga terekam alat," jelasnya kepada rilislampung.id.

Sekadar informasi, gempa tremor adalah getaran yang terjadi akibat bergeraknya sebuah patahan sedikit demi sedikit, yang menyebabkan bumi bergetar.

Getaran tremor biasanya terjadi karena adanya aktivitas vulkanik (magma) dalam gunung berapi.

Andi melanjutkan, pada Minggu pukul 00.00-06.00 tercatat letusan sebanyak 110 kali dengan amplitudo 40-47 milimeter (mm) dengan durasi 37-160 detik.

Kegempaan tremor menerus juga terekam dengan amplitudo 3-30 mm, amplitudo dominan 20 mm.

"Enam jam selanjutnya yakni pukul 06.00-12.00, terjadi letusan sebanyak 117 kali dengan amplitudo 40-47 mm, durasi 40-117 detik,” paparnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya