Frekuensi Letusan Krakatau Meningkat, 320 Kali dalam 18 Jam
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) tetap tinggi meski sudah empat bulan berlalu.
Tercatat, pada Minggu (7/10/2018) mulai pukul 00.00-18.00 WIB, GAK erupsi hingga 320 kali.
Kepala Pos Pemantauan GAK di Desa Hargo Pancuran, Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi, menuturkan erupsi meningkat dibanding Sabtu (6/10/2018).
Erupsi atau letusan adalah proses pelepasan material dari gunung berapi seperti lava, gas, abu dan lain sebagainya ke permukaan bumi.
"Sabtu kemarin terjadi erupsi sebanyak 294 kali dan gempa tremor menerus juga terekam alat," jelasnya kepada rilislampung.id.
Sekadar informasi, gempa tremor adalah getaran yang terjadi akibat bergeraknya sebuah patahan sedikit demi sedikit, yang menyebabkan bumi bergetar.
Getaran tremor biasanya terjadi karena adanya aktivitas vulkanik (magma) dalam gunung berapi.
Andi melanjutkan, pada Minggu pukul 00.00-06.00 tercatat letusan sebanyak 110 kali dengan amplitudo 40-47 milimeter (mm) dengan durasi 37-160 detik.
Kegempaan tremor menerus juga terekam dengan amplitudo 3-30 mm, amplitudo dominan 20 mm.
"Enam jam selanjutnya yakni pukul 06.00-12.00, terjadi letusan sebanyak 117 kali dengan amplitudo 40-47 mm, durasi 40-117 detik,” paparnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
