Pendampingan Penguatan Modal Sosial Untuk Perkuat Kohesivitas Kelompok Tani Dalam Budidaya Padi Organik
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Oleh: Dr. Irmayani Noer, Dosen Magister Ketahanan Pangan Polinela
Pertanian organik adalah praktik pertanian yang mengutamakan penggunaan bahan-bahan alami dan menghindari bahan kimia sintetis seperti pestisida dan pupuk kimia. Tujuan utama dari pertanian organik adalah menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta sehat bagi manusia dan biota tanah.
Di masa kini, pertanian organik menghadapi tantangan dan peluang yang saling terkait. Dengan inovasi teknologi dan pendekatan yang tepat, pertanian organik dapat terus berkembang sebagai solusi yang efektif dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga kesehatan manusia dan lingkungan. Pertanian organik sangat penting bagi masa depan kita.
Program Studi Magister Terapan Ketahanan Pangan (MTKP) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan penguatan modal sosial bagi petani.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama mitra internasional PUM Netherlands, sebuah lembaga NGO yang memiliki program utama berupa pendampingan konsultan ahli bagi UKM dan industri di negara berkembang. Pendampingan ini dilaksanakan di Pusat Pelatihan (PP) Gapsera, Lampung Tengah.
PP Gapsera merupakan kelompok usaha bersama milik petani yang memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga ekosistem dalam budidaya padi, sehingga secara konsisten menerapkan sistem pertanian padi organik. Cukup banyak program, baik dari pemerintah, perguruan tinggi, maupun industri, yang telah membantu mendukung pengembangan usaha yang dirintis oleh Sukarlin dan kawan-kawan sejak delapan tahun lalu (2017).
Meskipun dalam perjalanannya terdapat berbagai kendala dan tantangan, termasuk dari sisi produktivitas, harga, dan kepastian pasar yang masih lemah, komitmen anggota dalam menerapkan prinsip budidaya padi organik tetap terjaga meskipun ada sebagian yang beralih kembali ke sistem budidaya konvensional.
Keberlanjutan dalam penerapan prinsip organik sangat membutuhkan komitmen, kepercayaan, dan keteguhan dari para petani anggota. Oleh karena itu, perlu dilakukan pendampingan untuk memupuk kepercayaan, meneguhkan komitmen, serta mempererat hubungan antaranggota maupun antara anggota dengan pengurus kelompok.
Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa dari Program Studi S2 Magister Terapan Ketahanan Pangan Polinela, dengan dua narasumber utama: Dr. Irmayani Noer, yang telah menghasilkan berbagai penelitian di bidang kelembagaan agribisnis, dan Mr. Marc Ligthart, seorang tenaga ahli rantai pasok dari lembaga NGO PUM Netherlands.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa yang berperan aktif dalam diskusi dan praktik lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kompetensinya secara langsung di lapangan, sebagai bagian dari pencapaian profil lulusan yang unggul, aplikatif, dan relevan dengan tantangan ketahanan pangan nasional.
Kelompok tani
pertanian Lampung
Polinela
Dr Irmayani Noer
modal sosial
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
