Ketahanan Infrastruktur Transportasi Kota Sebagai Dampak Banjir di Bandar Lampung

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandar Lampung

15 April 2026 10:13 WIB
Perspektif | Rilis ID
Oleh: Ir. Sari Anton, S.T., M.T., I.P.M. Foto: Ist
Rilis ID
Oleh: Ir. Sari Anton, S.T., M.T., I.P.M. Foto: Ist

Banyak ruas jalan masih dirancang dengan pendekatan lama yang belum memperhitungkan risiko banjir sebagai faktor utama. Akibatnya, hujan deras hampir selalu berujung pada genangan yang mempercepat kerusakan infrastruktur.

Sudah saatnya pendekatan pembangunan jalan diubah. Infrastruktur transportasi tidak bisa lagi dirancang hanya untuk kondisi normal, tetapi harus adaptif terhadap risiko lingkungan, termasuk banjir.

Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan material stabilisasi pada lapisan pondasi jalan, seperti campuran semen, yang terbukti lebih tahan terhadap perubahan kadar air.

Dengan pendekatan ini, umur layanan jalan dapat diperpanjang dan biaya perbaikan jangka panjang dapat ditekan.

Selain itu, persoalan banjir tidak hanya berdampak pada fisik jalan, tetapi juga pada lingkungan. Air limpasan dari permukaan jalan membawa berbagai polutan mulai dari sedimen hingga residu kendaraan yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Artinya, pengelolaan air hujan tidak bisa dipisahkan dari perencanaan transportasi.

Karena itu, penanganan banjir di Bandar Lampung harus dilakukan secara terintegrasi. Perbaikan drainase menjadi langkah mendesak, namun tidak cukup jika tidak diiringi dengan pembaruan standar pembangunan jalan.

Pemerintah daerah perlu menetapkan desain perkerasan yang lebih tahan terhadap air serta memperkuat program pemeliharaan preventif, terutama pada ruas-ruas jalan yang rawan tergenang.

Pengelolaan banjir yang dilakukan secara menyeluruh melalui peningkatan kapasitas drainase, penggunaan material tahan air, serta pemeliharaan preventif memiliki potensi besar dalam memperbaiki kondisi jalan.

Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan jalan pada drainase yang buruk dapat mencapai sekitar 36 persen, sedangkan pada kondisi drainase yang baik hanya sekitar 2,6 persen.

Perbedaan ini menegaskan bahwa kualitas drainase menjadi faktor kunci dalam menjaga ketahanan jalan. Dengan memperbaiki sistem drainase, tingkat kerusakan jalan dapat ditekan secara signifikan, yaitu turun sekitar 33,4 persen atau lebih dari 90 persen jika dilihat secara perbandingan.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS
Tag :

Infrastruktur Transportasi Kota

Banjir di Bandar Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya