Turun Kasta
Wirahadikusumah
Saat datang ke kantor Rilis Lampung Senin sore itu, saya sempat mengajukan dua pertanyaan kepadanya. Ini pun pasti menjadi pertanyaan banyak orang.
Pertama, mengapa Dang Ike mencalonkan diri menjadi Wali Kota Bandarlampung? Sementara, banyak yang menilai, jabatan wali kota bukanlah level Dang Ike lagi. Sebagai pensiunan jenderal polisi bintang dua dan mantan kapolda, Dang Ike sepertinya lebih pantas mencalonkan diri sebagai gubernur.
Saya katakan kepadanya, pencalonan Dang Ike menjadi wali kota ini seakan memilih untuk ”turun kasta”.
Dang Ike mengatakan, pencalonannya itu murni untuk ibadah. Menaikkan harkat dan martabatnya di mata Allah SWT. Dengan cara mengabdikan diri kepada masyarakat. Sebagai pelayannya rakyat.
”Ibadah itu tidak mengenal status sosial. Harus dipahami. Tanggalkan status sosialmu, kalau kamu beribadah. Karena ibadah itu sangat mulia di depan Allah. Saya mau beribadah dan bermanfaat buat seluruh masyarakat. Saya ingin berbuat baik untuk masyarakat Bandarlampung,” kata dia.
Pertanyaan kedua yang saya ajukan adalah: mengapa Dang Ike memilih perempuan untuk pasangannya dalam mencalonkan diri menjadi Wali Kota Bandarlampung?
Dang Ike mengatakan, ia memilih dr. Zam Zanariah, Sp.S., M.Kes. karena sosoknya yang baik. Dan tidak cacat integritas.
”Dokter Zam selain aktivis semasa mahasiswa, di sela kesibukannya sebagai dokter juga aktif dalam kegiatan sosial. Orangnya juga baik. Dan saya memang harus memilih wakil dari kalangan perempuan. Yang sosoknya seperti dokter Zam,” jawabnya.
Di akhir perbincangan, Dang Ike memohon doa dan dukungannya dari masyarakat Lampung. Khususnya Kota Bandarlampung. Untuk niatnya tersebut.
”Semoga Allah SWT meridhoi niat baik kami, untuk menjalankan ibadah ini,” ucapnya.(Wirahadikusumah).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
