Suburkan Filantrofi di Masa Pandemi
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Dan orang-orang berharta, selayaknya memperhatikan perintah ini dengan penuh kearifan. Karena sesungguhnya, setiap rupiah harta Anda, akan dimintakan pertanggungjawabannya secara detail tanpa celah.
Sebuah motivasi bagi kita semua sebagaimana disebut dalam hadis riwayat Imam Thabrani dari Abu Darda.
Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabatnya, “Apakah engkau menginginkan kepuasan dan kesuksesan batin serta terpenuhi kebutuhan hidup? Sayangilah anak yatim (duafa), usaplah kepalanya, dan berikanlah makanan yang sama dengan makanan yang engkau makan. Pasti engkau akan mendapatkan kesuksesan batin dan akan terpenuhi kebutuhan,” pesan Rasul pada umatnya.
Lalu, kenapa kita ragu melakukannya. Lalu apa yang bisa kita lakukan?
Beberapa kontribusi yang dapat dilakukan di antaranya membantu kaum papa dengan meringankan beban hidupnya bagi yang berpunya, menentramkan hati mereka dengan ayatullah bagi pendakwah, dan merumuskan konsep pemberdayaan umat bagi intelektual.
Sinergi ketiganya menjadi fondasi kokoh membangun masyarakat muslim madani. Karena bagaimana pun, kemiskinan sangat potensial membawa pada kekufuran.
Dan, hal itu sudah cukup menjadi alasan untuk memerangi kemiskinan dengan mengasah kedermawanan umat. Karena pandemi ini harus juga menyuburkan filantrofi.
Hari ini, tanah Lampung tersenyum bangga. Melihat banyak komunitas-komunitas aktif bergerak membantu sesama.
Ada yang rutin menyediakan makan siang gratis, ada juga yang membagi-bagikan beras kebutuhan keluarga duafa.
Atau mereka yang giat menyayangi anak-anak yatim dengan berbagai santunannya. Semua tergerak dalam kebersamaan untuk meringankan beban saudaranya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
