Sekuritisasi selama Pandemi

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

14 Juli 2020 06:10 WIB
Perspektif | Rilis ID
Aqil Neariah, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung; Direktur Bidang Penelitian Lembaga Pers HMI
Rilis ID
Aqil Neariah, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung; Direktur Bidang Penelitian Lembaga Pers HMI

Dengan melegitimasi kepentingan keamanan nasional, orang-orang dapat dicurigai, dipantau, dan ditahan. Namun dengan adanya kecemasan terhadap penyebaran COVID-19, strategi memperkuat sistem keamanan nasional dari yang terfokus pada upaya kontra-separatis, sekarang mulai ditambah dengan pencegahan penyakit menular dan orang-orang yang pernah terinfeksi menjadi sangat penting.

Memperkuat Sekuritisasi
Para pembuat kebijakan, badan intelijen, dan para petugas keamanan, saat ini prioritas sumber daya yang ada juga harus dititikberatkan pada upaya pencegahan seperti pemeriksaan komprehensif terkait individu yang berpotensi terpapar virus.

Perhatian mereka saat ini tertuju pada berapa suhu badan kita dan apakah kita memiliki gejala sakit tertentu. Sementara itu, badan-badan intelijen yang mengawasi saluran komunikasi publik mungkin membuat aturan dan perintah baru.

Distribusi pengetahuan intelijen juga akan bergeser fokusnya pada informasi terkini mengenai penyakit-penyakit baru.

Selain itu, teknologi keamanan yang sebelumnya dipergunakan untuk mendeteksi kelompok kriminal bersenjata dan/atau separatis akan diperbantukan untuk mengidentifikasi mereka yang sakit dan melacak penyebaran penyakit.

Praktik serupa sudah mulai terjadi di berbagai negara. Agen intelijen masih akan mengumpulkan informasi dari data ponsel dan internet dalam skema Open Source Intelligence (Osint).

Namun demikian, daftar mencurigakan tidak lagi berfokus tentang kemungkinan seseorang mencari ”cara pembuatan bom” secara online. Namun juga perihal pencarian informasi terkait penyakit atau obat tertentu. Sehingga peningkatan keamanan yang signifikan juga terdapat di berbagai titik masuk, seperti bandara, stasiun, dan pelabuhan.

Langkah pencegahan dan upaya-upaya deteksi dini telah terjadi secara masif selama krisis. Peningkatan keamanan nasional saat ini bertujuan demi memastikan bahwa orang yang bepergian ke dalam dan ke luar negeri tidak terinfeksi oleh penyakit apa pun. Orang-orang mungkin diberhentikan karena mereka ”terlihat sakit” dan diinterogasi untuk keperluan medis.

Total Defence
Akhirnya, dalam suatu percepatan yang mengagumkan akibat kondisi keamanan nasional yang instabil, suatu tipologi masyarakat post-industrial mempercepat dirinya sendiri pada makna yang agak mekanistis dari sebuah penekanan kesadaran akan ketakutan, yang beresiko terhadap orang-orang tertentu yang dianggap berbahaya baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Penekanan ini dapat ditempatkan, agaknya juga pada kekuasaan kemampuan untuk memahami, bisa dikatakan ”inhumanitas”-nya (itulah kualitas yang dituntut adanya masyarakat yang mulai terkomputerisasi atau terkoneksi) sehingga membuat segala informasi publik bisa dimaknai secara parsial.

Menampilkan halaman 4 dari 5

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya