Apa Bedanya Dsb, Dst, dan Dll?

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

19 Agustus 2022 11:13 WIB
Perspektif | Rilis ID
M. Ghufroni An’ars, M.Pd., pakar Bahasa dan Sastra Indonesia. Foto: Ist
Rilis ID
M. Ghufroni An’ars, M.Pd., pakar Bahasa dan Sastra Indonesia. Foto: Ist

RILISID, Bandarlampung — SAAT menulis, ada saja dilema dalam memilih satu istilah tertentu, karena kita menemukan satu istilah lain yang dirasa maknanya tak jauh berbeda. Misalnya, pada penggunaan ungkapan “dan sebagainya” (dsb.), “dan seterusnya” (dst.), serta “dan lain-lain” (dll.).

Pada saat kapan kita seharusnya menggunakan salah satu dari singkatan tersebut? Banyak orang sering menggunakannya dengan mengacu prinsip arbitrer (manasuka). Pilih saja sesuka hati karena dianggap tak ada bedanya. Ada pula yang menggunakannya atas dasar prinsip keberagaman: di satu tempat kita pakai “dll.”, sementara di tempat lain kita pakai “dst.”, hanya agar tulisan kita tampak kaya kosakata.

Ternyata, dalam Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 2 Edisi Kedua (2007) terbitan Pusat Bahasa (sekarang Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa) tercatat ada perbedaan makna dari ketiga ungkapan tersebut.

1. Ungkapan “dan sebagainya” (dsb.) digunakan pada perincian yang bentuknya sejenis. Misalnya: Hadiah yang diperebutkan pada sayembara itu adalah televisi, radio, kamera, dsb.

2. Ungkapan “dan lain-lain” (dll.) digunakan pada perincian yang beragam atau berbeda. Misalnya: Asap tebal itu berasal dari hutan yang terbakar, juga berasal dari kendaraan bermotor, cerobong pabrik, dll.

3. Ungkapan “dan seterusnya” (dst.) digunakan pada perincian yang berjenjang atau yang berkelanjutan secara berurutan. Misalnya: Seluruh mahasiswa diminta mempelajari buku Bahasa Indonesia dari Bab I, II, III, dst.

Sementara itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi V (2020), ketiga ungkapan tersebut tercatat memiliki makna yang sejalan dengan prinsip yang ada dalam Buku Praktis Bahasa Indonesia. Dalam KBBI, ungkapan “dan sebagainya” (dsb.) dinyatakan sebagai ungkapan yang digunakan untuk menyatakan perincian lebih lanjut yang bentuknya sejenis; ungkapan “dan seterusnya” (dst.) dinyatakan sebagai ungkapan untuk menyatakan perincian yang berjenjang atau berkelanjutan secara berurutan; serta ungkapan “dan lain-lain” (dll.) dinyatakan sebagai ungkapan yang menyatakan perincian yang beragam.

Selain ungkapan dst., dsb., serta dll., dalam ragam tutur, mungkin Anda kerap mendengar penggunaan ungkapan “dan lain sebagainya”. Ungkapan “dan lain sebagainya” tidak tercantum dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan KBBI. Ungkapan “dan lain sebagainya” tidak dianjurkan untuk digunakan dalam komunikasi resmi karena ungkapan itu rancu serta merupakan gabungan dari “dan lain-lain” dengan “dan sebagainya”. Bila ungkapan “dan lain-lain” disepakati untuk menyatakan perincian yang beragam dan ungkapan “dan sebagainya” digunakan untuk menyatakan perincian yang sejenis, maka gabungan keduanya menjadi ungkapan yang berjukstaposisi dan bertentangan maknanya.

Masalah dalam Membedakan “Dsb.” dan “Dll.”

 Pembedaan penggunaan “dst.” dengan yang lain cukup mudah karena fungsinya yang khas dalam merinci urutan saja. Namun, pembedaan antara “dsb.” dan “dll.” agak sulit dilakukan dan kalau tidak cermat dapat bersifat subjektif. Ungkapan “dsb.” memang fungsinya merinci yang sejenis, sementara “dll.” untuk merinci yang beragam. Namun, sejenis dan tak sejenis itu amat bergantung pada konteks yang melingkupi uraian. Misalnya, Anda dapat mengelompokkan kuda, harimau, singa, jerapah, gajah, dsb. dalam konteks hewan-hewan yang Anda lihat di kebun binatang. Sementara dalam konteks lain, misalnya jenis hewan pemakan daging, selain harimau dan singa tidak dapat diuraikan dengan “dsb.”. Oleh karena itu, dalam membedakan “dsb.” dengan “dll.” perlu kecermatan dalam memahami konteks uraian yang hendak diungkapkan.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

Universitas Teknokrat Indonesia

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya