Virginia: Literasi Hukum bagi Pelajar Kurangi Angka Kriminalitas di Metro
lampung@rilis.id
Metro
Perempuan yang memiliki hobi kuliner serta menguasai beberapa bahasa asing ini mempertajam pemahamannya terkait Sistem Peradilan Pidana Anak saat mendapat kesempatan studi banding ke Turki.
Dia menerangkan di Turki ada fenomena menarik di mana kebanyakan anak yang bermasalah dengan hukum relatif tidak mengulangi perbuatannya karena sistem reintegrasi masyarakat.
"ada program pendampingan untuk anak, begitu juga dengan Australia di sana dikenal dengan sistem koreksi dan kerja sosial,” jelasnya.
Dengan demikian diperlukan langkah-langkah pencegahan lewat peningkatan literasi hukum di kalangan pelajar baik lewat diskusi, penyuluhan, maupun membaca hingga pembinaan dan pendampingan terhadap anak-anak yang bermasalah dengan hukum.
Virginia juga mengenang masa kecilnya di mana setiap kenaikan kelas, orang tuanya selalu membelikan buku yang setara dengan tinggi badannya.
Virginia juga kini mendukung gerakan literasi lewat donasi buku yang tengah digalakkan kembali di Kota Metro.
Menurutnya budaya tersebut juga telah lama ada di Kejaksaan Agung di mana setiap jaksa yang mutasi wajib menyumbang tiga buku hukum.
“saya juga akan mengajak para jaksa di Metro untuk ikut terlibat,” tegas perempuan yang pernah menempuh studi di Australia tersebut.
Virginia dan suaminya yang memiliki hobi berbaur bersama warga di tempat-tempat kuliner ini berharap, lewat peningkatan budaya literasi menjadikan Metro kota yang berperadaban maju serta taat hukum. (*)
Virginia
Literasi Hukum
Pelajar
Angka Kriminalitas
Metro
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
