Titipkan Bantuan untuk Korban Tsunami, Bukti Masyarakat Percaya PKS
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Sudah lebih dari sepekan bencana tsunami Selat Sunda yang meluluhlantakkan wilayah pesisir Banten dan Lampung Selatan.
Masyarakat dan relawan bahu membahu untuk membangun kembali wilayah terdampak gempa. Mulai membersihkan puing, membuka posko darurat, dapur umum, hingga posko medis.
Bersama aparat kepolisian dan TNI beserta warga setempat, PKS juga turun tangan dengan aksi nyata. Aksi nyata PKS Lampung pun mendapatkan apresiasi, dengan banyaknya warga yang menitipkan donasinya baik berbentuk uang, barang, juga makanan.
Mulai organisasi masyarakat seperti persatuan pedagang pasar, BPK OI Lampung Selatan, ormas seperti jakmania Lampung hingga masyarakat umum yang mempercayakan penyaluran bantuannya kepada tokoh PKS maupun posko yang dibentuk PKS.
Anggota DPRD Lamsel, Antoni Imam menegaskan bahwa banyaknya masyarakat yang menyalurkan bantuannya ke posko PKS hingga tak ada waktu berhenti melayani animo masyarakat yang ingin memberikan donasi.
Di lain hal, masyarakat yang membutuhkan tidak segan-segan untuk langsung menghubungi kader PKS untuk meminta bantuan di wilayah-wilayah yang masih perlu perhatian.
"Alhamdulillah, saya sudah menerima penyaluran bantuan dari banyaknya masyarakat yang percaya kerja-kerja PKS di lokasi bencana. Mulai dari organisasi pedagang pasar, OI Lampung, Jakmania, hingga masyakat umum," ungkap dia melalui siaran pers, Selasa (1/1/2019).
Sementara itu, Ketua Umum PKS Lampung, Ahmad Mufti Salim, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada komunitas, organisasi dan lembaga maupun pribadi-pribadi yang mempercayakan distribusi donasinya melaului Pos Penanggulangan Bencana (P2B) PKS yang terkoordinasi dalam Pusat Khidmat PKS Lampung.
Salah seorang masyarakat yang menitipkan donasi melalui P2B PKS mengungkapkan bahwa tunai sudah sudah tugas dirinya menitipkan donasi.
"Alhamdulillah tunai sudah tugas kami, indahnya berbagi. Semoga bermanfaat. Tetap semangat saudaraku, bangkitlah kembali, badai pasti berlalu. Maaf Pak Antoni Imam, mboten kepanggeh panjenengan (tidak bertemu dengan Anda)," ungkap Dwiki Dinendra, melalui akun facebooknya Dwiki Dinendra Property.(*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
