Tiga Juri Nasional FFL 2022, Bagikan Ilmu Perfilman di Kampus The Best Darmajaya
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Dia juga menjelaskan, jika mengalirkan skenario tidak berhasil (kurang baik) dalam berstruktur ceritanya. Editor berhak untuk menulis ulang karena ketika di meja editing sering kali tidak sesuai.
“Editing adalah jembatan kreator film ke penontonnya,” imbuhnya.
Sementara, Yudi Datau menjelaskan Representasi Visual dalam sinematografi adalah untuk menampilkan realitas berupa citra.
“Yang paling tahu film adalah sutradara. Tapi balik lagi ke khitoh manusia karena sutradara itu juga memiliki kekurangan maka dia butuh orang lain yang ahli untuk mengerjakannya seperti sinematografer dan editor,” ungkapnya.
Yudi–biasa dia disapa–juga menerangkan untuk membuat karakter agar tidak memasukkan unsur subjektif dari pembuat, tetapi berdasarkan realita kehidupan.
“Jangan sampai tokoh A lahir tahun sekian akan disamakan dengan lahir tahun saat ini di zaman pandemi. Secara psikologis akan berbeda,” tandasnya.
Untuk diketahui, Coaching Clinic merupakan rangkaian dari FFL 2022 yang sebelumnya juga telah menggelar screening pada 13–17 Juni 2022, di Aula Lantai III Gedung Alfian Husin.
Kemudian, Malam Anugerah digelar 2 Juli 2022 di Taman Budaya Lampung dengan mengumumkan 14 kategori. (*)
Juri Nasional FFL 2022
Ilmu Perfilman
Kampus The Best
IIBDarmajaya
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
