Rayakan Imlek, Umat Buddha Sembahyang di Vihara Thay Hin Bio

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

5 Februari 2019 19:43 WIB
Humaniora | Rilis ID
Umat Buddha melakukan sembahyang pada perayaan Hari Imlek di Vihara Thay Hin Bio, Selasa (5/2/2019). FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta
Rilis ID
Umat Buddha melakukan sembahyang pada perayaan Hari Imlek di Vihara Thay Hin Bio, Selasa (5/2/2019). FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILISID, Bandarlampung — Ribuan umat Buddha melaksanakan sembahyang memperingati Hari Raya Imlek 2570 di Vihara Thay Hin Bio, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Selasa (5/1/2019).

Dari pantauan di lapangan, ribuan lilin pelita berukuran kecil dan besar dibakar sebagai bentuk harapan agar tahun ini diberikan cahaya harapan yang baik. 

Romo Joni Hadianto mengatakan perayaan Hari Raya Imlek ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan diiringi doa agar bisa di tahun ini semua dapat hidup damai, aman, dan saling berbagi kebahagiaan.

"Tidak ada kegiatan khusus, kita hanya sediakan perangkat ibadah bagi umat yang ingin melaksanakan ibadah. Karena tahun kemarin kita baru saja berduka atas musibah tsunami yang banyak makan korban. Bagi yang ingin mengucapkan syukur silakan," katanya. 

Disinggung mengenai makna dari shio babi tanah pada Imlek tahun ini, Romo mengungkapkan unsur tanah merupakan unsur baik jika dilaksanakan dengan bijaksana. 

"Makna sendiri unsur tanah, bisa menerima apa yang ada dan berikan bahagia. Tanah mau diapain saja bisa hasilnya baik, dengan catatan apa yang dilakukan harus bermanfaat untuk semua orang,"  paparnya. 

Salah satu umat yang merayakan, Ling-ling (28) warga Sawah Brebes, berharap Imlek tahun ini bisa lebih baik lagi dan membawa rezeki yang baik untuk keluarga. 

"Bisa bawa damai buat semua, rezeki yang bisa jadi berkat juga buat sesama," ujarnya. 

Ia mengungkapkan pada perayaan Imlek biasanya ia merayakan bersama keluarga besar dan ditemani berbagai macam makanan khas Imlek. 

"Makanan pastinya kue kering, lapis legit sama sayuran. Ada buah jeruk biar cerah ceria tahunnya, ada manis-manisan biar manis selalu kehidupannya. Kalau kue keranjang atau tutun itu biar lengket persaudaraannya, kue lapis biar rezekinya ngalir terus berlapis," pungkasnya.(*)

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Adi Pranoto
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya