Ratusan Perempuan Ikuti Kelas Tahsin Dewan Dakwah Lampung
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Diharapkan, lulusan program tahsin menjadi guru ngaji, baik untuk diri pribadi maupun mengajarkan baca tulis Al-Qur’an kepada masyarakat.
"Ada dua kantong kresek di kiri kanan pintu ke luar. Ibu-ibu bisa buang sampah uang di situ. Berapa pun nominalnya. Tak perlu dipikir-pikir, diingat-ingat jumlahnya. Sudah, masukkan saja,” ujar Sri.
Sementara, penanggungjawab kegiatan, dr Dhini Wahyuni, berpesan agar peserta berniat ikhlas dan yakin bahwa Al-Qur’an itu mudah dipelajari.
Kegiatan berlangsung secara hybrid, beberapa ibu yang sudah usia lanjut mengikuti live streaming di aula lantai 1 DDL. Yang lain di lantai 2.
"Jayanya suatu peradaban, berbanding lurus dengan perhatian kita terhadap Al-Qur’an,” ingat Ustaz Saif Umar Al Hafidz saat memberi tausiah. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
