Penting! Bayi Anak Buruh Tani Lahir Tanpa Anus Butuh Bantuan

Sulaiman

Sulaiman

Tanggamus

6 Juni 2022 17:35 WIB
Humaniora | Rilis ID
Pamflet open donasi untuk membantu Abdul Gani, bayi yang terlahir tanpa anus. Foto: Istimewa
Rilis ID
Pamflet open donasi untuk membantu Abdul Gani, bayi yang terlahir tanpa anus. Foto: Istimewa

RILISID, Tanggamus — Nasib malang dialami Abdul Gani, bayi yang berusia empat hari. Putra dari pasangan Ajat Rohajat (38) dan Susila Wati (36), warga Dusun Salong Pekon Penyandingan, Kelumbayan, Tanggamus ini terlahir tanpa anus.

Kepada Rilis.id Lampung, Ajat mengaku sehari-hari dirinya bekerja sebagai buruh tani dan tidak memiliki biaya untuk pengobatan Gani.

“Penghasilan kami tidak menentu, apalagi di masa pandemi seperti ini. Biaya sehari-hari saja susah, bagaimana biaya untuk operasi dan perawatan anak saya," ungkapnya, Senin (6/6/2022). 

Ajat menerangkan, Gani lahir secara normal pada 3 Juni lalu. Setelah dua hari, bayinya menjalani pemeriksaan tali pusat, pemberian imunisasi HBO, dan salep mata.

Saat itulah, baru diketahui bahwa anaknya ini tidak memiliki lubang anus yang sempurna.

"Sementara, istri saya diberi vitamin A, antibiotik, dan pereda rasa nyeri untuk ibu melahirkan," ujarnya.

Setelah itu, bidan desa melakukan konsultasi melalui telepon dengan dokter Puskesmas Kelumbayan. Hasilnya, Gani dibawa ke rumah sakit.

"Hari itu juga kami menuju Rumah sakit Restu Bunda, Bandarlampung menggunakan ambulans pekon didampingi bidan desa. Kemudian dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek karena harus operasi," katanya. 

Merespons hal tersebut, SDM Pendamping Sosial Kelumbayan, Hizbullah, menerangkan pihaknya melakukan donasi untuk membantu Gani.

"Bagi sahabat dan para dermawan yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya, bisa menyampaikan donasi melalui SDM Pendamping Sosial Kelumbayan," sebutnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

Bayi terlahir Tanpa Anus

Tanggamus

Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya