Meninggal di Selasar, Keluarga Keluhkan Pelayanan RSUDAM

Agus Pamintaher

Agus Pamintaher

Lampung Selatan

11 Februari 2020 20:42 WIB
Humaniora | Rilis ID
Jenazah Muhammad Rezki Mediansori (21) saat hendak dimakamkan, Selasa (11/2/2020). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Agus Pamintaher
Rilis ID
Jenazah Muhammad Rezki Mediansori (21) saat hendak dimakamkan, Selasa (11/2/2020). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Agus Pamintaher

RILISID, Lampung Selatan — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Muhammad Rezki Mediansori (21), warga Desa Palas Pasemah Kecamatan Palas, Lampung Selatan.

Dia meninggal dunia karena dugaan kurang baiknya pelayanan dari pihak RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM), Senin (10/2/2020).

Ditemui di rumah duka, Selasa (11/2/2020), pamannya Agus Saputra (30) mengatakan, Rezki tidak ditangani dengan cepat. Dia meninggal di selasar RSUDAM.

”Sepupu saya begitu masuk ruang UGD (Unit Gawat Darurat) RSUDAM, hanya mendapatkan infus dan oksigen. Ia dibiarkan hampir seharian,” keluh Agus.

Menurut dia, setelah hampir seharian di ruangan UGD, sepupunya kemudian dibawa ke ruang syaraf. Begitu kondisinya kritis, ia dipindahkan lagi ke ruang penyakit dalam.

”Saya bingung waktu itu, karena sepupu saya dipindah-pindahkan terus hingga akhirnya meninggal dunia di selasar rumah sakit,” imbuhnya. 

Orangtua almarhum, Lili Ansori, mengaku histeris saat melihat anaknya tidak bernyawa lagi. Ia merasa pelayanan di RSUDAM kepada pasien BPJS sangat kurang.

”Andai anak saya mendapat pelayanan cepat, mungkin tidak seperti ini kejadiannya,” kesalnya.

Lili menegaskan dirinya selalu membayar BPJS kelas III tepat waktu. Dia karenanya juga meminta tanggungjawab BPJS.

”Meskipun saya orang miskin, jangan perlakukan kami seperti ini,” tandas Lili.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya