Lebih 30 Tahun, TPQ di Pringsewu Ini Belum Pernah Diperbaiki
Yuda Haryono
Pringsewu
RILISID, Pringsewu — Lebih 30 tahun sejak berdiri 1990 silam, Taman Pendidkan Qur'an (TPQ) Bustanul Falah Pringsewu belum pernah diperbaiki.
Oleh karenanya, pendiri TPQ yang juga ketua MUI setempat, KH Hambali, berharap bantuan dari para dermawan.
Sebagai lembaga pendidikan non-formal, TPQ Bustanul Falah masih menempati rumah pribadi berupa bangunan tua berukuran 10 × 10 meter.
Rumah dihibahkan dan difungsikan sebagai ruang kelas sebanyak tiga ruang, yang juga menjadi tempat tinggal pengajar.
Pengelola TPQ Bustanul Falah, Ustaz Husnurribat, putra kedua Hambali didampingi istri, Ustazah Nurul Hidayani Al-Hafidzah, mengatakan selain mengaji Al-Qur'an dan Iqra', TPQ Bustanul Falah juga memberikan materi pelajaran lain.
Di antaranya fiqih dasar, tajwid, tauhid, maulid barzanji, maulid diba'iyah, hadroh, hafalan surat pendek, dan juz 30, dengan menitiktekankan bacaan tartil.
Hingga kini, TPQ telah meluluskan santri sebanyak 13 kali setiap dua tahun. Ini merupakan bukti keseriusan TPQ melestarikan Al-Qur'an sejak dini.
"Sebagaimana pesan pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kediri, almarhum Ibu Nyai Rodliyah Djazuli, setelah mondok kalau sudah di rumah tetap harus mengaji walaupun hanya mengaji alif karena berkahnya luar biasa," ujarnya, Senin (11/07/22).
Saat ini TPQ Bustanul Falah tengah melakukan renovasi bangunan agar proses belajar mengajar dapat berjalan maksimal dan nyaman.
Rumah tempat belajar santri yang sebelumnya sempit dan pendek dirobohkan dan akan dibangun dua lantai, yang dananya bersumber dari para dermawan dan pemerintah daerah.
Taman Pendidkan Qur'an
TPQ Bustanul Falah Pringsewu
Ayo ngaji
ngak ngaji ngak trendi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
