Lakon 'Aduh' dari UKMBS Unila, Upaya Gugat Keadilan dan Empati Masyarakat
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Teater Kurusetra, divisi teater dari Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Unila menampilkan pertunjukan berjudul 'Aduh' karya Putu Wijaya pada Pagelaran Seni Pertunjukan di Taman Budaya Lampung, Rabu (25/5/2022) malam.
Naskah ini digarap setelah melewati kurang lebih dua bulan latihan, yang diawali dengan latihan dasar ketubuhan, bedah naskah, reading, dan reahersal.
"Naskah Aduh menceritakan potret singkat situasi masyarakat saat ini. Merupakan naskah absurd yang dapat memberi berbagai perspektif bagi siapa pun yang melihat pertunjukan ini," tutur Novian, sutradara, Kamis (26/5/2022).
Sekilas, dalam naskah digambarkan seakan masyarakat tak punya empati untuk menolong sesama. Padahal, sesungguhnya ada faktor lain seperti warga kecil selalu menjadi kambing hitam dari setiap masalah yang muncul.
"Masyarakat kecil kerap menjadi korban dari sistem. Itulah yang membuat mereka, secara alam bawah sadar, kapok untuk menolong," lanjut dia.
Aduh menceritakan sekumpulan orang yang tengah bimbang antara menolong si sakit atau tidak. Karena perdebatan dalam kelompok yang tak kunjung memberikan keputusan, si sakit pun mati. Mereka kebingungan, takut tertuduh dan takut kejadian yang sama terulang kembali.
"Satu sisi cerita ini dapat menjadi kritik terhadap sikap masyarakat yang kurang memiliki empati dan di sisi lain menggugat kita semua, mempertanyakan kembali sejauhmana keadilan ditegakkan," imbuhnya.
Dalam pagelaran ini terdapat beberapa penampilan teater lain dari Unit Kegiatan dari berbagai Universitas di Lampung. Antara lain Teater Orion (Universitas Teknokrat Indonesia), Teater Mentari (UM Metro), Tetaer Sangkar Mahmud (UM Kota Bumi), Teater Pintu Tanah (UKMF KSS Universitas Lampung), Teater Slira (UIN Lampung), dan Teater Meghantara ( STAI Tulangbawang).
Ketua Umum UKMBS Unila, Febrian Malik Ar-razaq, menuturkan garapan ini dapat menjadi titik awal anggota baru UKMBS Unila untuk terus semangat melakukan proses kreatif.
Tak lupa, ia berharap pagelaran seperti ini dapat memberikan warna dan semangat baru bagi kelompok-kelompok teater Unila.
UMKBS Unila
Teater
Taman Budaya Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
