Komunitas ATS Buka Terapi Gratis untuk Anak Disabilitas
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Komunitas Anak Taman Surga (ATS) membuka rumah terapi untuk anak-anak berkebutuhan khusus atau disabilitas.
Humas Komunitas ATS, Megaria Susanti, menerangkan rumah terapi ini menerima berbagai macam kelainan yang diderita anak-anak disabilitas.
Terutama, fisioterapi yakni tindakan rehabilitasi untuk menghindari atau meminimalkan keterbatasan fisik akibat cedera atau penyakit.
"Terapi juga menggunakan bola dan standing frame untuk berlatih berdiri secara mandiri," urainya saat launching ATS, Senin (27/12/2021).
Setiap minggu, anak-anak disabilitas juga mendapat perawatan dari terapis profesional. Biayanya ditanggung ATS.
Mega menjelaskan, selama empat tahun berdiri, anak-anak yang tergabung dalam komunitas ATS saat ini berjumlah 64 orang.
Mereka berusia antara 1-12 tahun. Dari jumah itu, 90 persen belum bisa melakukan kegiatan secara mandiri, seperti duduk atau menegakkan kepala.
"Untuk bakat dan minat, mungkin anak yang sudah dewasa diarahkan ke menggambar dan bernyanyi," kata dia.
Mega juga mengungkapkan, untuk anak-anak berkebutuhan khusus ini paling banyak menderita Cerebral Palsy (lumpuh otak) dan Hidrosefalus (penumpukan cairan di dalam rongga otak).
"Jadi mereka sangat membutuhkan terapi. Ada juga autis dan kelainan sendi, di mana otaknya tidak apa-apa tapi motoriknya bermasalah," ujarnya.
Terapi
Disabilitas
Komunitas
Bandarlampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
