Keren! Mahasiswa IIB Darmajaya Raih Best Innovative Idea Digital Youth Summit 2020

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

BANDARLAMPUNG

16 Desember 2020 23:37 WIB
Humaniora | Rilis ID
Mahasiswa Program Studi Manajemen IIB Darmajaya Rega Firlian meraih kategori Best Innovative Idea dalam ajang Digital Youth Summit 11-12 Desember 2020./FOTO ISTIMEWA
Rilis ID
Mahasiswa Program Studi Manajemen IIB Darmajaya Rega Firlian meraih kategori Best Innovative Idea dalam ajang Digital Youth Summit 11-12 Desember 2020./FOTO ISTIMEWA

RILISID, BANDARLAMPUNG — Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali menorehkan prestasi di kancah internasional.

Kali ini prestasi diraih oleh Rega Firlian. Mahasiswa Program Studi Manajemen IIB Darmajaya ini meraih kategori Best Innovative Idea saat mengikuti Digital Youth Summit 11-12 Desember 2020.

Bersama enam temannya yang tergabung dalam satu kelompok, mereka memaparkan gender equality (persamaan gender) dalam Digital Youth Summit 2020.

Dalam presentasi daring bersama enam temannya itu, ia mengangkat topik Violence at Workplace. Sebelumnya, Rega lolos seleksi bersama 180 pelajar dan mahasiswa se-Asia.

Digital Youth Summit 2020 merupakan kegiatan digital Summit pertama yang diprakarsai Youth Break the Boundaries (YBB) Foundation bertujuan untuk membangun jiwa kepemimpinan pemuda masa depan di seluruh dunia.

Kemudian, dengan memberikan pendekatan moral yang didasarkan pada tujuan pembangunan berkelanjutan 2030 dan juga memotivasi pemuda untuk memahami peran penting mereka dalam program SDGs (sustainable development goals) ini.

Rega dan enam temannya terpilih menjadi Best Innovative Idea dengan solusi yang diberikan dalam kesetaraan gender. Pertama di tempat kerja, dengan menciptakan tempat yang lebih aman bagi wanita, memaksimalkan kerja penegakan hukum bagi perusahaan yang tidak mengikuti regulasi atau melindungi perempuan dari kekerasan fisik, verbal, atau seksual di tempat kerja.

Kemudian, kuota yang sama untuk perempuan dan laki-laki tidak hanya di tempat kerja tapi juga di parlemen dan kompensasi atas kekerasan dengan menyediakan pengacara untuk pendampingan hukum di pengadilan. Dalam dunia pendidikan, dapat lebih fokus pada mendidik masyarakat tentang gender, baik di masyarakat berpenghasilan rendah maupun menengah.

Pemberian beasiswa kepada anak perempuan yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah dan mendirikan lembaga pendidikan nonformal untuk membantu perempuan mendapatkan pendidikan dasar atau keterampilan tertentu untuk memberdayakan di masyarakat dan berkontribusi pada perekonomian.

Terakhir, pergeseran budaya dengan berkampanye dan bersosialisasi secara langsung dan tidak langsung menggunakan semua media tentang kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan, dampak negatif ketimpangan gender serta manfaat inklusivitas gender khususnya terhadap keluarga. Menetapkan kebijakan untuk mengatasi kepercayaan budaya seperti pernikahan di bawah umur secara ilegal, mewajibkan pendidikan untuk setiap anak, dan kebijakan yang memaksa masyarakat untuk netral gender.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Wirahadikusumah
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya