IIB Darmajaya Kenalkan Tarian dan Pakaian Adat Lampung di Virtual Culture Exchange 2020
lampung@rilis.id
BANDARLAMPUNG
RILISID, BANDARLAMPUNG — Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Opening Ceremony Virtual Culture Exchange 2020 bersama Nantong Vocational University (NTVU), China dan Rangsit University (RSU), Thailand, di Aula Gedung Alfian Husin, Lantai 3, Selasa, (3/11/20).
Wakil Rektor IV IIB Darmajaya Prof R.A. Bustomi Rosadi mengatakan, Virtual Cultural Exchange tahun 2020 ini dilakukan untuk mengenalkan budaya kepada peserta yang penasaran dan tertarik dengan budaya.
”Penyelenggaraan acara ini diharapkan dapat membawa manfaat bersama dalam hal kepedulian akademik antara satu dengan yang lain. Kami juga berharap kerjasama ini akan selalu berjalan dengan baik untuk selanjutnya dalam kegiatan lainnya,” ujarnya.
Sementara, Deputy Director Office of International Affairs of Rangsit University, Asst. Prof. Dr. Suttisak Jantavongso mengatakan, kegiatan pertukaran budaya virtual sangat bagus untuk mahasiswa agar dapat mempelajari budaya dari luar.
”Dengan kecanggihan teknologi saat ini yang tanpa batas juga dapat mengenal budaya dari negara lain dengan keragamannya,” ungkapnya.
Wakil Kepala Bagian Kerjasama International dan Pendidikan NTVU Ms. Pang Demei mengatakan, kegiatan ini sangat baik untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa terkait budaya dunia luar.
”IIB Darmajaya dan RSU Thailand mengenalkan budaya negaranya kepada kita agar dapat memahami keragaman nilai-nilai tersebut,” ucapnya.
Menurutnya, dengan adanya kegiatan ini juga diharapkan mahasiswa menjadi bertambah pengetahuan budayanya.
”Tidak hanya mengenal budaya sendiri tetapi juga dapat memahami dan mengenal budaya dari negara lain,” ujarnya.
Dalam pembukaan, IIB Darmajaya menampilkan Tari Bedana yang mengandung makna kehidupan dan budaya Melayu yang ramah dan terbuka. Selain tarian, IIB Darmajaya juga mengenalkan pakaian adat khas Lampung yang digunakan muli (perempuan) maupun mekhanai (laki-laki).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
