Hasil Jual Buku, 13 Lokal dan 3 Musala Darurat Dibangun di Lombok
Gueade
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Penjualan buku Berbagi untuk Bangkit Kembali, yang ditulis Relawan 69 sepulang dari Lombok, berhasil membangun 13 lokal darurat untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) di lima pondok pesantren.
Koordinator pembangunan kelas, Huda Lukoni, menjelaskan di mana 13 lokal tersebut tersebar.
Pertama, lima lokal di Pondok Pesantren (Ponpes) Hikmatus Syarif, Dusun Salut Desa Selat Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat.
Kedua, tiga lokal di Ponpes Nabi' Nubu' Dusun Kekait Desa Kekait Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat.
Ketiga, tiga lokal di Ponpes Al Hamidiyah Dusun Sidemen Desa Lembahsari Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.
Keempat, dua lokal di Ponpes Abu Abdillah Desa Wadon Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.
Kelima, dua lokal di Taman Pendidikan Quran (TPQ) Raudatul Jannah Desa Sigar Penjalin Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.
"Terima kasih kepada pembaca dan pembeli buku, relawan di berbagai kota yang ikut menjual dan mendistribusikan buku, rilislampung.id yang terus memberitakan, dan semua pihak yang mendukung kegiatan ini," kata hakim Pengadilan Agama Giri Menang tersebut, Selasa (9/10/2018).
Terpisah, koordinator pembangunan musala darurat di Sumbawa, Marta Satria Putra, mengatakan sebanyak tiga tempat ibadah telah selesai dikerjakan.
"Di Sumbawa relatif lebih cepat karena partisipasi masyarakatnya cukup tinggi. Kami hanya menyuplai kebutuhan materialnya," jelas Martha.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
