Hari Puisi Indonesia Tandai Kebangkitan Seni di Mesuji
Juan Situmeang
Mesuji
Pertama, legislator PKB Jhon Tanara. Dia bahkan membacakan puisi karyanya sendiri, "Kisah Negeri di Awan". Dia memotret keadaan masyarakat dan pemilik kekuasaan.
Begitu juga Parsuki, anggota DPRD dari Golkar. Puisinya ternyata juga memotret tentang rakyat dan kekuasaan. "Padahal saya dan Jhon tidak sekontakan," selorohnya.
Pemilik galeri yang juga penggiat seni di Mesuji, Ari Susiwa Manganisi, dalam kesempatan itu menghibahkan galeri dan semua lukisannya untuk sarana belajar bagi pelukis muda di Mesuji.
"Ini yang bisa saya dedikasikan buat Mesuji. Saya mau belajar bersama dengan teman-teman muda penggiat seni ada. Kalian jangan menyerah. Jangan melakukan kesalahan seperti saya," ujarnya.
Dia memang harus menghabiskan waktu yang sangat lama untuk mencapai titik saat ini. Padahal, seandainya memperkuat dasar seninya, ia yakin dapat cepat berproses.
"Seiring waktu, pasti sukses. Jangan takut. Kita harus berpikir besar dulu. Merentangkan iman dengan berani. Ibaratnya, kita bawa cuma cangkir kecil ya sedikit dapatnya," ujarnya.
Melihat antusias malam itu, seluruh pejabat di Mesuji yang hadir sepakat jika komunitas seni di kabupaten itu harus terus berkembang.
”Ke depan, pemerintah akan mendukung kegiatan komunitas seni dan lainnya di Mesuji. Juga membentuk dewan kesenian,” ujar Kadispora dan Pariwisata (Disposar) Ronald, diamini Sekretaris Disposar, Agung Subandara, serta Kabag Ekobang Arif Arianto. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
