Hari Puisi Indonesia Tandai Kebangkitan Seni di Mesuji
Juan Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Anak-anak difabel menyedot perhatian dalam peringatan Hari Puisi Indonesia (HPI) 2020 di Kabupaten Mesuji, Minggu (26/7/2020) malam.
Misalnya penyandang tunarunggu yang tergabung dalam Komunitas Disabilitas Mesuji (KDM). Mereka menari dengan baik dari awal hingga akhir selama enam menit.
Tak ada gerak yang meleset dari irama pengiring meski mereka tak dapat mendengar.
"Tarian ini menceritakan semangat anak-anak mewujudkan mimpi dan kebanggaannya sebagai anak Indonesia," ujar Tohirin, anggota komunitas seni, yang sukarela mengajar anak disabilitas di SLB Negeri Mesuji.
Setelah itu, giliran anak-anak penyandang disabilitas lain menunjukkan karya lukisnya. Sampai-sampai anggota DPRD Mesuji, Parsuki, langsung memberikan apresiasinya. ”Bagus, sangat bagus,” pujinya.
Salim, pelukis yang juga mengajar sukarela di SLB Mesuji pun tak mampu menunjukkan rasa bangganya. ”Terima kasih apresiasinya,” tuturnya.
Peringatan HPI ke-8 baru pertamakali dihelat di Mesuji. Sekaligus tanda diresmikannya Half Galeri dan Rumah Baca di Desa Gedungram Kecamatan Tanjungraya.
Meski bertema "Mesuji Berpuisi", namun malam peringatan HPI kaya karya. Sebab, menampilkan berbagai talenta lewat beragam seni.
Seni tari contohnya yang ditunjukkan siswa SMP setempat dengan koreografer Rio Pambudi. Para siswa menarikan kisah cerita rakyat Mesuji yakni legenda Antu Ayek. Ada lagi pertunjukan vokal dari Komunitas Rewang Seni Mesuji.
Semakin malam suana kian meriah. Satu per satu undangan yang hadir didaulat membacakan puisi ke atas panggung.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
