Dendi Minta Para Tokoh Adat Jadi Contoh Masyarakat Terapkan Prokes
Darmansyah Kiki
Pesawaran
RILISID, Pesawaran — Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona meminta para tokoh adat Lampung menjadi contoh penerapan protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Dendi saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) III Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) Pesawaran, sekaligus memilih Ketua MPAL Pesawaran Periode 2021-2025
“Masyarakat tidak bisa menjalankan prokes dengan baik apabila tidak didukung pemerintah, terutama para tokoh adat. Kalau para tokoh sudah mencontohkan dan mesosialisasikan bahaya covid-19, maka saya yakin tidak ada corona di Pesawaran,” ungkap Dendi di Gedung Serba Guna Kantor Pemkab Pesawaran, Rabu (2/6/2021).
Kegiatan itu juga dihadiri Anggota DPR-RI Zulkufli Anwar dengan gelar Suntan Pengatur Marga, Mantan Bupati Pesawaran Ariesandi Dharma Putra, Ketua DPD II Golkar Pesawaran Yuzak, dan para tokoh adat.
Dendi sendiri memiliki dua gelar. Dari adat Sai Batin ia bergelar Pangeran Paksi Marga. Sementara dari adat Pepadun dirinya diberi gelar Suntan Bandar Marga.
“Dendi yang menjadi Pembina MPAL Pesawaran sangat mendukung setiap kegiatan-kegiatan, khususnya acara adat. Saya ingin MPAL ini tetap utuh, walaupun ada perbedaan pendapat, namun tujuannya sama, bagaimana adat bisa menjaga persatuan masyarakat kita,” terangnya.
Dalam kegiatan itu, Farifki Zulkarnain yang bergelar Suntan Junjungan Marga (saibatin) terpilih sebagai Ketua MPAL Pesawaran periode 2021-2025. Sementara Ramadiansah yang bergelar Paksi Sejati (Pepadun) terpilih sebagai Sekretaris. (*)
Lihat video:
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
