Besok, Calon Wali Kota Terpilih hingga Akademisi Baca Puisi untuk Ibu
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Sedikitnya 15 ibu akan tampil di panggung puisi, Pasar Kreatif dan Seni PKOR Wayhalim, Bandarlampung pada Selasa (22/12/2020) malam.
Penampilan para ibu yang sukses di bidang masing-masing itu untuk merayakan Hari Ibu yang dihelat Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS. Acara ini bertajuk "Puisi untuk Hari Ibu-Bunda di Atas Panggung".
Direktur Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS sekaligus pelaksana kegiatan, Erika Novalia Sani, mengatakan perayaan Hari Ibu dengan pembacaan puisi ini adalah agenda rutin tiap tahun. Hal itu guna mendekatkan puisi di hati kaum ibu.
"Kami berharap dari puisi dapat dipetik pembelajaran yang ditularkan para ibu kepada anak-anak," kata Erika didampingi Sekretaris Lamban Sastra, Muhammad Alfariezie yang juga penyair muda Lampung, Senin (21/12/2020).
Hingga Minggu (20/12/2020) malam, lanjut Erika, sedikitnya 15 ibu sudah menyatakan siap hadir untuk baca puisi. Pihaknya pun mengapresiasi kesiapan para bunda di tengah kesibukannya masing-masing.
"Soalnya tidak mudah, di tengah kesibukan menyempatkan pula memelajari dan membaca puisi. Beberapa ibu lain sedang dikonfirmasi," ujarnya.
Sebelum penampilan para ibu, Lamban Sastra akan menyuguhkan musikalisasi puisi "Kota Cahaya" karya Isbedy Stiawan. Personel Komunitas Kota Cahaya ini adalah Muhammad Alfariezie, Rahmat Widianto (pemusik), Erika Novalia Sani, Torro Biyass (baca puisi), Fitri Angraini, Rafika Trisha Ananda (penyanyi).
Musikalisasi ini pernah ditampilkan di Taman Budaya Lampung beberapa waktu lalu.
"Puisi 'Kota Cahaya' gambaran tentang Tanjungkarang-Telukbetung menurut amatan penyairnya. Ini juga harapan bagi kota kita ini," ucap Erika.
Adapun ke-15 ibu yang menyatakan siap tampil adalah Eva Dwiana (Politisi/Wali Kota Bandarlampung terpilih), Aprilliati (DPRD Lampung), Siti Rahma (DPRD Lampung), Mardiana (DPRD Lampung), Misgustini (DPRD Bandarlampung), Peppy Asih (DPRD Bandarlampung).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
