BOS Tak Mencukupi, Alasan Sekolah Tarik Dana dari Siswa

Dwi Des Saputra

Dwi Des Saputra

Bandarlampung

5 Maret 2021 21:33 WIB
Humaniora | Rilis ID
(kiri ke kanan) Waka Humas Marvilia, Kepala SMAN 15 Maria Habiba, Waka Kesiswaan Haryono. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Dwi Des Saputra
Rilis ID
(kiri ke kanan) Waka Humas Marvilia, Kepala SMAN 15 Maria Habiba, Waka Kesiswaan Haryono. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Dwi Des Saputra

Lain halnya dengan SMAN 2 Bandarlampung. Sekolah ini sejak kelas X sudah berjalan kurang lebih sembilan bulan, belum pernah meminta punggutan apapun kepada wali murid.

Kepala SMA Negeri 2 Bandarlampung, Hendra Putra, menjelaskan uang sumbangan pendidikan diberlakukan untuk siswa kelas XI dan XII. Yakni Rp325 ribu per bulan.

”Hal ini telah menjadi kesepakatan ketika mereka mendaftar sekolah,” terangnya saat ditemui rilislampung.id, Jumat (5/3/2021).

Uang dimaksud sebagian besar dimanfaatkan untuk membayar honorer dan pembinaan siswa seperti ekstrakulikuler dan olimpiade.

”Hasilnya bisa dilihat karena SMAN 2 memiliki beberapa prestasi gemilang. Teranyar, mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

Sedangkan, alokasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar 20 persen terserap untuk pembelian buku. Dana cukup besar diserap untuk listrik, internet, dan perawatan.

"Dana yang dibutuhkan sekolah dari BOS masih jauh dari cukup. Maka wajar sekolah mencari sumber dana lain. Seperti dari orang tua siswa atau peran serta masyarakat," paparnya. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya