ACT Salurkan Rp1,6 Miliar untuk Korban Gempa Sulteng
Anonymous
Sulawesi Tengah
RILISID, Sulawesi Tengah
— Selama lima hari, Selasa-Sabtu (23-27/10/2018), wartawan rilislampung.id, El Shinta, bertugas di Palu, Sulawesi Tengah. Dia bersama empat wartawan lainnya tergabung bersama Journalist for Humanity ACT Lampung. Berikut catatannya.
===
LEMBAGA Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Selatan menyalurkan Rp1,6 miliar untuk korban bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut berasal dari masyarakat Sumsel.
Bantuan disalurkan untuk 50 posko pengungsian yang terdiri dari satu posko induk, 14 posko wilayah, 7 posko unit, 26 posko dapur umum, 1 posko foodtruck, dan 1 posko medis.
Marketing Communication ACT Sumsel, Eka Hardiyanti, menjelaskan bantuan tersebut disalurkan dengan bentuk program-program kemanusiaan terpusat.
”Semua donasi yang masuk ke ACT akan dijadikan program kemanusiaan yang terpusat dari seluruh Indonesia kemudian disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan," katanya, Jumat (26/10/2018).
Untuk mekanisme penyaluran, sambungnya, bisa dilakukan dengan tiga cara yakni dengan transfer, datang ke ACT, atau jemput bola.
Usai diserahkan ke ACT atau diterima donasi tersebut langsung dirancang sebagai program untuk disalurkan ke yang membutuhkan baik di dalam maupun luar negeri.
”Intinya donasi itu dipastikan terkelola dan terlalu serta terstruktur dengan baik oleh ACT ke tangan masyarakat yang membutuhkan," ungkap perempuan yang akrab disapa Dekha ini.
Ia menuturkan, distribusi ini disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan. Untuk kasus Palu, Sigi dan Donggala misalnya, dibagi menjadi dua sesi yakni emergency dan recovery atau pemulihan.
Untuk emergency pendistribusiannya berupa berdirinya posko-posko dan bantuan logistik lainnya berupa makanan dan kebutuhan pokok lainnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
