24 Jam Tanpa Detik, Novel Apik Karya Anggota Perempuan FKPPIB

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

26 Maret 2022 22:12 WIB
Humaniora | Rilis ID
FKPPIB menggelar kegiatan bedah novel. Foto: Istimewa
Rilis ID
FKPPIB menggelar kegiatan bedah novel. Foto: Istimewa

Namun di akhir cerita, Yura akhirnya berhasil mengarungi semuanya hingga meraih kebahagiaan.

Naqiyyah Syam mengapresiasi keberanian Sukma Wulan Suci menerbitkan novel solo perdananya. Sebab menurutnya tidak banyak penulis muda yang berani mempublikasikan karyanya.

Naqiyyah memberikan kritik dan masukan terhadap novel itu. Di antaranya karakter tokoh dalam novel yang kurang digali lebih dalam, terutama terkait deskripsi fisik.

Selain itu penggambaran latar atau lokasi kejadian masih belum dipaparkan secara spesifik.

"Namun dari sisi ide cerita, novel ini sudah sangat bagus dan memberikan pesan moral untuk pembaca," ujar Naqiyyah.

Ia juga menginginkan novel yang ditulis Sukma ke depan akan lebih banyak mengangkat tempat wisata, budaya, juga makanan khas Lampung.

"Sehingga pembaca akan ingat, novel tersebut ditulis oleh seorang perempuan asal Lampung," ungkapnya. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

Literasi

FKPPIB

Bedah Novel

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya