Konflik Agraria dan Buruh Paling Banyak Dilaporkan ke LBH Bandar Lampung Sepanjang 2025

Yudha Priyanda

Yudha Priyanda

Bandar Lampung

2 Maret 2026 13:20 WIB
Hukum | Rilis ID
LBH Bandar Lampung melakukan kegiatan Catatan Akhir Tahun (CATAHU) 2025 bertajuk “HAM dan Demokrasi di Ujung Nadi: Melemahnya Supremasi Sipil, Menguatnya Kapitalisme Negara,” di aula Taman Budaya, Minggu, (1/3/2025).
Rilis ID
LBH Bandar Lampung melakukan kegiatan Catatan Akhir Tahun (CATAHU) 2025 bertajuk “HAM dan Demokrasi di Ujung Nadi: Melemahnya Supremasi Sipil, Menguatnya Kapitalisme Negara,” di aula Taman Budaya, Minggu, (1/3/2025).

Konflik agraria dan ruang hidup menjadi kasus yang paling dominan.

Sejumlah laporan berkaitan dengan dugaan perampasan tanah, tumpang tindih kepemilikan, hingga sengketa antara masyarakat dan perusahaan perkebunan di sejumlah wilayah di Lampung.

Di sektor ketenagakerjaan, LBH menerima pengaduan terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, tidak dibayarkannya pesangon, hingga dugaan pelanggaran pidana perburuhan.

Selain itu, LBH juga menyoroti penyempitan ruang sipil, termasuk kerentanan warga terhadap jerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) saat menyampaikan kritik di ruang publik, serta masih terjadinya kasus kekerasan seksual yang dipengaruhi ketimpangan relasi kuasa.

Prabowo menilai keseluruhan temuan tersebut menunjukkan adanya persoalan struktural dalam relasi antara masyarakat, pemilik modal, dan aparatur negara.

“Berbagai laporan yang kami tangani sepanjang 2025 menunjukkan konflik perebutan hak di Lampung masih menempatkan masyarakat dalam posisi lemah dan kesulitan mengakses keadilan,” ujarnya.  (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

LBH Bandar Lampung

Catatan Akhir Tahun

Pelanggaran HAM

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya