Jerat Cinta TNI Gadungan: Korban Capai Ratusan, Raup Cuan Miliaran
Gueade
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi memastikan pelaku love scamming yang beroperasi dari Rutan Kelas IIB Kotabumi bukan anggota TNI aktif.
Para pelaku disebut hanya memakai foto editan dan akun palsu untuk menipu korban di media sosial.
Hal itu diungkapkan Kristomei dalam konferensi pers pengungkapan kasus love scamming hasil investigasi bersama Ditjen Pemasyarakatan dan Polda Lampung, Senin (11/5/2026).
“Fokus Kodam hari ini setelah menerima laporan adalah memastikan apakah benar pelakunya anggota TNI atau bukan,” kata Kristomei.
Menurut dia, Kodam langsung berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk menelusuri identitas yang digunakan para pelaku di media sosial. Hasilnya, akun-akun tersebut dipastikan palsu.
“Ternyata setelah dilakukan pengusutan bersama Polda Lampung, pelaku hanya menggunakan AI generator dan foto editan dengan atribut TNI,” ujarnya.
Kristomei menyebut para pelaku sengaja membuat identitas seolah-olah sebagai prajurit aktif untuk meyakinkan korban perempuan yang mereka incar lewat media sosial.
“Ada yang dibuat seolah perwira, ada juga yang mengaku bintara. Semuanya akun palsu,” tegasnya.
Dalam pengungkapan kasus itu, Pangdam juga menyoroti masih adanya akun media sosial palsu yang dipakai pelaku menjalankan aksi penipuan.
Salah satu akun bahkan disebut masih aktif saat konferensi pers berlangsung.
Love Scamming
Pangdam XXI/Radin Inten
Mayjen TNI Kristomei Sianturi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
