Jadi Tersangka Korupsi, Ini Jumlah Harta Kekayaan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

11 Desember 2025 17:05 WIB
Hukum | Rilis ID
Konferensi pers terkait penangkapan Bupati Lampung Tengah di Kantor KPK. Foto: ist
Rilis ID
Konferensi pers terkait penangkapan Bupati Lampung Tengah di Kantor KPK. Foto: ist

RILISID, Bandar Lampung — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, sebagai tersangka pada Kamis (11/12/2025). Ia diduga menerima hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa, serta gratifikasi di lingkungan Pemkab Lampung Tengah Tahun 2025.

Sebelumnya, Ardito bersama empat orang lainnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu (10/12/2025). Ardito merupakan Bupati Lampung Tengah periode 2025–2029 dan baru menjabat sekitar 10 bulan.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya pada 10 April 2025, Ardito tercatat memiliki total kekayaan Rp12.857.356.389 atau sekitar Rp12,8 miliar. Harta tersebut terdiri atas tanah dan bangunan, alat transportasi, serta kas dan setara kas. Berikut rinciannya: 

1. Tanah dan Bangunan – Rp12.035.000.000

Tanah dan bangunan 4.581 m² di Lampung Tengah – Rp2.000.000.000
Tanah dan bangunan 2.500 m² di Lampung Tengah – Rp250.000.000
Tanah dan bangunan 340 m² di Lampung Tengah – Rp2.285.000.000
Tanah dan bangunan 250 m² di Lampung Tengah – Rp2.500.000.000
Tanah dan bangunan 4.661 m² di Lampung Tengah – Rp5.000.000.000

2. Alat Transportasi – Rp705.000.000
Toyota Fortuner 2.4 VRZ 4x2 A/T (2017) – Rp357.000.000
Honda CR-V 1.5 TC Prestige CVT CKD (2018) – Rp345.000.000
Motor Suzuki UY 125 S AT (2011) – Rp3.000.000

3. Kas dan Setara Kas – Rp117.356.389

Ardito diketahui baru menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah selama sembilan bulan sejak dilantik pada 20 Februari 2025 namun kini ditahan di gedung KPK.

Ardito lahir di Bandar Jaya, Lampung Tengah, pada 23 Januari 1980 dan kini berusia 45 tahun. Sebelum terjun ke politik, ia berprofesi sebagai dokter. Ia pernah mengabdi di Puskesmas Seputih Surabaya (2010–2011) dan Puskesmas Rumbia (2011–2012). Karier birokratnya meningkat ketika menjabat Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PL) Dinas Kesehatan Lampung Tengah pada 2014–2016.

Ia memulai karier politik dengan maju sebagai calon wakil bupati dalam Pilkada 2020 dan memenangkan kontestasi bersama Musa Ahmad dengan raihan 323.064 suara. Pada Pilkada 2024, Ardito kembali maju sebagai calon bupati bersama I Komang Suheri, didukung PDI-P.

Menampilkan halaman 1 dari 4
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Bupati Lamteng

Ardito Wijaya

KPK

fee proyek

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya