Gaduh di Universitas Malahayati, Rusli Bintang Minta Maaf kepada Masyarakat Lampung
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Rusli Bintang, pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Alih Teknologi Bandar Lampung dan Universitas Malahayati menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Lampung atas kegaduhan yang terjadi di kampus Universitas Malahayati.
Permintaan maaf itu disampaikan Rusli Bintang melalui video singkat berdurasi 1 menit 25 detik terkait dirinya yang mendatangkan ratusan preman untuk menguasai Kampus Unimal.
"Kejadian kemarin saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Lampung," ujarnya dalam video yang diterima media pada Rabu (5/3/2025).
Rusli menjelaskan alasan ia mengirimkan orang timur ke area Kampus Malahayati untuk mengeluarkan orang timur yang juga berada di kampus tersebut.
Ia mengaku tidak ingin melibatkan orang Lampung karena bisa diadu domba dan berpotensi menimbulkan konflik SARA.
“Saya membawa orang timur untuk mengeluarkan orang timur yang ada di dalam (kampus). Karena saya pikir tidak ada jalan lain,” kata dia.
“Kalau saya ajak orang Lampung, adu domba, saya enggak mau. Karena jurinya di situ adalah orang timur sendiri," tambahnya.
Rusli pun kembali menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia juga menegaskan tidak ingin ada keturunannya di lembaga tersebut, sehingga hanya pendiri saja yang berada di lembaga tersebut.
“Tidak boleh ada keturunan saya yang di situ, masyarakat Lampung yang saya utamakan, saya minta bantuan kepada masyarakat untuk menyelesaikan," tuturnya.
Dalam video tersebut, terlihat beberapa tokoh seperti Pajar S Meliala, Hidayat Hamtori, dan lainnya berada di dekat Rusli Bintang saat menyampaikan permohonan maaf.
Rusli Bintang
Kampus Malahayati
Muhammad Kadafi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
