Tiga Kapuskes Diperiksa, Kadiskes: Dana Cair Baru Rp700 Juta
Juan Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Pemeriksaan terhadap sepuluh Kepala Puskesmas (Kapuskes) Mesuji terkait penggunaan dana percepatan penanganan Covid-19 dimulai, Jumat (15/5/2020).
Pemeriksaan oleh Satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrim Polres Mesuji dimulai dengan tiga kapuskes.
”Kepala Puskesmas Adiluhur dan Margojadi. Satunya saya lupa,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Mesuji, Yanuar.
Menurutnya, materi pemeriksaan seputar penggunaan dana Covid-19.
Ia menjelaskan, meski dana untuk Dinas Kesehatan dalam penanganan Covid-19 cukup besar Rp24 miliar, yang dicairkan baru Rp700 juta.
”Mungkin ada yang bertanya, kenapa dana besar kok APD (alat pelindung diri) kurang-kurang terus. Jadi ya begitu ceritanya. Maka perlu diklarifikasi,” jelasnya.
Kapolres Mesuji AKBP Alim Hadi, di sela-sela kunjungan Komandan Korem 043 Garuda Hitam Lampung membenarkan proses klarifikasi sedang berjalan.
Salah satu petugas kesehatan di puskesmas yang tidak mau disebut namanya mengaku pihak puskesmas sudah bekerja maksimal.
”Kami ini garda terdepan yang berhadapan dengan orang yang mungkin kena virus. Was-was. Jangan kami dibebankan persoalan lain. Kalau seperti pemeriksaan aparat penegak hukum, cobalah Diskes menggambil alih,” keluhnya.
Diketahui, masalah anggaran Covid-19 menjadi isu hanget lantaran ada penemuan mayat anonim wanita di sekitar kompleks perumahan SD Simpangpematang.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
