Tidak Sanggup Bayar Angsuran Motor, Wanita Ini Buat Laporan Palsu

Pandu Satria

Pandu Satria

Lampung Tengah

23 Mei 2023 20:06 WIB
Hukum | Rilis ID
Ibu Rumah Tangga (IRT), saat menunjukan lokasi tempat laporan palsu di Jalan Kesumajaya, Bekri, Lampung Tengah, Sabtu (20/05/2023). Foto : Polres Lamteng
Rilis ID
Ibu Rumah Tangga (IRT), saat menunjukan lokasi tempat laporan palsu di Jalan Kesumajaya, Bekri, Lampung Tengah, Sabtu (20/05/2023). Foto : Polres Lamteng

RILISID, Lampung Tengah — Diduga malas dikejar-kejar debt collector dan tak sanggup bayar angsuran sepeda motor, seorang ibu rumah tangga (IRT) nekat mengarang cerita dan melapor ke Polres Lampung Tengah, Sabtu (20/5/2023).

Kepada petugas, seorang IRT inisial WD (32) warga Kampung Kusumajaya, Kecamatan Bekri, Kabupaten Lamteng tersebut mengaku telah menjadi korban begal atau pencurian dengan kekerasan (curas) oleh 2 pria tak dikenal di Jalan Kampung Kesumajaya, Sabtu (20/05/2023) Pukul 19.00 WIB. 

Hal itu dijelaskan Kasat Reskrim AKP. Edi Qorinas di kantornya, kemarin. Ia mengatakan IRT yang masih dalam proses perceraian dengan suaminya tersebut mengaku saat perjalanan pulang dari Bandar Lampung menuju rumahnya. Lalu ia dikejar dan dipepet oleh 2 orang pria mengendarai motor Yamaha Mio warna Biru. 

Selanjutnya, setelah dua pria tersebut berhasil menghentikan motor merk Honda Beat yang dikendarai oleh WD, dua tersangka begal itu langsung merampas sepeda motornya sambil menodongkan senjata yang mirip dengan senjata api (senpi). 

"Bahkan, WD mengaku ditodong menggunakan senpi oleh 2 orang pria tak dikenal," ujar Kasat Reskrim. 

Setelah mendapatkan laporan dari WD, Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Tengah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama WD, di lokasi yang dilaporkan ke Polisi.

"Dari hasil olah TKP, satu persatu keterangan WD tidak singkron dengan fakta di lapangan. Sehingga petugas yang melakukan olah TKP curiga dengan semakin ngawurnya keterangan WD," tambahnya.

Meskipun demikian kata Kasat Reskrim, petugas yang melakukan olah TKP terus menghimpun keterangan dari sejumlah warga yang tak jauh dari TKP. 

"Setelah kita dalami, ternyata WD telah membuat laporan palsu, seolah telah menjadi korban curas di jalan. Namun faktanya sepeda motor milik WD dijual olehnya kepada seorang warga seharga Rp6 juta," ungkapnya. 

Kepada petugas pemeriksa, akhirnya WD mengaku nekat membuat laporan palsu karena sepeda motornya masih kredit dan tak sanggup bayar angsuran serta dikejar-kejar oleh debt collector.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Juan Santoso Situmeang
Tag :

Laporan Palsu

Curas

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya