Digebuki dan Diancam Bunuh, Mahasiswa Pertanian Unila Polisikan Oknum Alumni
Pandu Satria
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Seorang mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila), Ferdy Ramadon (20), melaporkan oknum alumni FP Unila, WES, ke polisi.
Ia mengaku dianiaya di Sekretariat Mahasiswa FP Unila pukul 04.00 WIB, Minggu (24/12/2023). Ia juga menyatakan dirinya diancam bunuh.
Laporan Ferdy ke Polsek Kedaton tertuang dalam LP/B/969/XII/2023/ SPKT/Polsek Kedaton/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung.
Menurut Ferdy, sebelum penganiayaan Gabungan Mahasiswa Ilmu Tanah Unila (Gamatala) melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes).
Setelah Mubes, korban menghampiri para alumni dengan tujuan meminta izin untuk menempati Sekretariat Gamatala
Entah mengapa, WES emosi dan melempar korban dengan botol air mineral.
Tak hanya itu. WES kemudian mendatangi korban dan meninjunya dua kali.
"Pertama di bagian dahi dan yang kedua di pipi kanan. Para alumni ramai yang menggeroyok saya," terang korban.
Korban lari dan dikejar hingga Bundaran Unila. Berhasil lolos, ia langsung melaporkan kejadian ini ke polisi.
"Saya sempat diancam akan dibunuh olehnya (WES)," katanya.
Mahasiswa unila dianiaya
pertanian Unila
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
