Delapan Orang Diamankan Terkait Pembakaran Mapolsek, Salah Satunya Oknum Kades?

Ahmad Kurdy

Ahmad Kurdy

Lampung Selatan

19 Mei 2021 14:05 WIB
Hukum | Rilis ID
Suasana identifikasi usai Mapolsek Candipuro dibakar massa, Rabu (19/5/2021). Foto: Ahmad Kurdy
Rilis ID
Suasana identifikasi usai Mapolsek Candipuro dibakar massa, Rabu (19/5/2021). Foto: Ahmad Kurdy

RILISID, Lampung Selatan — Terkait pembakaran Mapolsek Candipuro, Lampung Selatan, polisi dikabarkan sudah menahan sedikitnya delapan orang yang diduga menjadi provokator. Dari kedelapan orang itu, salah satunya diduga seorang oknum kepala desa.

Dari informasi yang dikumpulkan Rilisid Lampung, Rabu (19/5/2021), kedelapan orang itu diamankan setelah polisi melakukan penyelidikan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Pandra Asyad membenarkan adanya penahanan delapan orang yang diduga provokator pembakaran Mapolsek Candipuro.

“Nanti dulu, saya belum dapat informasi kalau itu (salah satunya oknum kades atau bukan),” ungkapnya saat dikonfirmasi Rilisid Lampung usai meninjau lokasi kejadian.  

Lebih lanjut Pandra justru mengatakan terjadinya pembakaran mapolsek itu disebabkan adanya ketimpangan jumlah penduduk.

“Ada sekitar 56 ribu orang yang ada pada 14 desa di Candipuro. Sementara, jumlah personel di Mapolsek Candipuro hanya 19 orang,” ungkap Pandra. 

Terlebih lagi, lanjut Pandra, saat ini kepolisian masih melakukan banyak kegiatan. Selain pengamanan kasus, anggota juga melakukan operasi penegakkan protokol kesehatan. Belum lagi, terkait pengamanan kegiatan kerumunan masa dan arus balik. 

Pandra meminta masyarakat juga dapat menjadi polisi untuk masyarakat sendiri. Yakni melalui program Community Police

“Masyarakat juga diharapkan dapat membantu kinerja polisi,” tutupnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Andry Kurniawan
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya