Aliran Sungai Tuba Diputas, Warga Minta Polisi Tangkap Pelaku
Joni Efriadi
Tulang bawang barat
RILISID, Tulang bawang barat — Hujan sudah hampir satu bulan terakhir tidak kunjung turun, membuat air di aliran sungai Tulangbawang (Tuba) mengalami kekeringan.
Akibatnya, banyak oknum yang tidak bertanggung jawab mencari ikan dengan cara pintas yakni meracuni ikan menggunakan putas.
Melihat kondisi tersebut, para nelayan yang sebagian besar mencari nafkah dengan mengandalkan ikan di sungai tersebut, menjadi terganggu.
Seperti dialami Nur Ali (45)salah satu nelayan warga Tiyuh Karta, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).
Ia sangat menyayangkan cara-cara oknum yang mencemari sungai Tuba dengan cara memutas ikan. Sehingga ia kesulitan mendapatkan ikan dengan cara menjaring, menajur dan memasang beberapa perangkap ikan lainnya.
"Saya berharap, kepada Pak Polisi tolong tangkap orang yang mencari ikan dengan cara di putas. Karena hasil tangkapan kami menjadi berkurang untuk memenuhi kebutuhan keluarga," ujar Nur Ali, Rabu (23/8/2023).
Hal senada juga di sampaikan Rohidi (50) salah satu warga Gunungkatun Malai. Ia berharap, agar aparat Kepolisian bisa menindak lanjuti masalah yang dialami para pencari ikan khususnya nelayan.
"Sudah saya pasang jaring, tajur, rawi, gerubing dan alat penangkap ikan lainnya. Tetapi itu tadi ikannya seperti menghilang dan sudah kami pastikan di putas," kata Rohidi.
Kepala Tiyuh Karta Ahmad Sateri mengaku, ia sudah mengimbau semua warganya untuk tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara memutas.Karena merusak habitat ikan dan tidak dibenarkan.
"Kalau ada yang melakukan dengan cara memutas ikan, tangkap dan hubungi pihak yang berwajib," tegas Ahmad Sateri.
Sungai kering
ikan di Putas
nelayan
minta polisi
tangkap
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
