Kurangi Ketergantungan Impor, HKA Ajak Ekosistem Dorong Asbuton untuk Infrastruktur Nasional
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — PT Hakaaston (HKA), bagian dari HK Group dan anak perusahaan PT Hutama Karya (Persero), mempercepat pemanfaatan Aspal Buton (Asbuton) sebagai bagian dari penguatan ketahanan infrastruktur nasional.
Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap aspal impor di tengah ketidakpastian global.
Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi dengan pelaku industri aspal dalam negeri, dengan fokus pada pemanfaatan full extracted natural asphalt yang mampu memenuhi kebutuhan perkerasan jalan dengan standar tinggi.
Pendekatan ini tidak hanya menitikberatkan pada kualitas material, tetapi juga pada optimalisasi sumber daya dalam negeri secara lebih terarah.
Sebagai bagian dari ekosistem HK Group yang mengelola infrastruktur secara end-to-end dari perencanaan hingga operasi dan pemeliharaan, HKA mengambil peran dalam memastikan bahwa setiap inisiatif material terintegrasi dengan kebutuhan pengelolaan aset jangka panjang.
Hal ini sejalan dengan Transformasi HKA 2.0 menuju Indonesia’s Most Valuable Infrastructure Asset Management (IM-V-IAM).
Fokus tidak hanya pada menjaga kondisi jalan, tetapi juga meningkatkan nilai dan keandalan aset secara menyeluruh.
Plt. Direktur Utama PT Hakaaston, M. Rozi Rinjayadi, menegaskan bahwa penguatan Asbuton membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Penguatan Asbuton tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas ekosistem, regulator, industri, dan praktisi untuk memastikan material ini dapat dimanfaatkan secara luas dan terukur dalam pembangunan infrastruktur nasional.”
Dalam hal ini, HK Group siap memperkuat peran tersebut, baik melalui integrasi dalam pengelolaan jalan tol maupun dukungan terhadap pengembangan standar dan implementasi di lapangan.
HKA
Hakaaston
tol Lampung
Tol Bakter
tol HKA
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
