Wujudkan Lombok Bangkit, Menpar Fokus Pulihkan Tiga Sektor Pariwisata 

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

30 Agustus 2018 22:01 WIB
Bisnis | Rilis ID
Menteri Pariwisata, Arief Yahya. FOTO: Dok. Kemenpar
Rilis ID
Menteri Pariwisata, Arief Yahya. FOTO: Dok. Kemenpar

RILISID, Jakarta — Menteri Pariwisata, Arief Yahya, melakukan kunjungan kerja bersama Tim Crisis Center Kemenpar ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca-gempa yang melanda provinsi tersebut. 

Menpar Arief menyebut, pihaknya akan fokus pada tiga hal untuk memulihkan dan membangkitkan kembali pariwisata Lombok, di antaranya pemulihan sumber daya manusia (SDM), destinasi, dan pemasaran.

"Untuk pemulihan bagi industri (pariwisata), saya sudah bicara dengan Ketua OJK untuk relaksasi aturan, misal pengurangan bunga pinjaman," katanya melalui siaran persnya kepada rilis.id, Kamis (30/8/2018). 

Menpar Arief mengatakan, pendapatan daerah Lombok Utara 60 persen berasal dari pariwisata. Dengan begitu, menurutnya, pemulihan sektor pariwisata harus segera dilakukan.

Kemenpar, ujar Arief, telah menyusun program Lombok Bangkit yang merupakan strategi pemulihan destinasi wisata terdampak dan promosi pariwisata tidak terdampak pasca-gempa Lombok.

Untuk pemulihan destinasi, lanjut Menpar Arief, dirinya meminta gubernur untuk segera mengusulkan pemulihan fasilitas kepada Dinas Perhubungan melalui surat yang ditembuskan kepada Menteri Pariwisata.

"Jangan biarkan Teluk Nara dan fasilitas lainnya hancur terlalu lama. Saya harap pemulihan sektor pariwisata Lombok dan Sumbawa selesai dalam waktu tiga bulan," ujarnya. 

Walaupun beberapa fasilitas dan infrastruktur di Lombok rusak akibat gempa, tegas Arief, sektor pariwisata harus bangkit kembali untuk mendukung sektor lainnya.

Saat ini, menurut dia, kawasan Senggigi, Lombok, sudah bisa dipromosikan lagi untuk kembali menarik wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara datang ke Lombok. 

"Kemenpar telah menyiapkan anggaran dukungan promosi pariwisata NTB, khususnya Lombok Utara, sebesar Rp20 miliar," ungkapnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya